Guru Perintahkan Siswa Hapus Pesan Pro-Palestina di Tangan Mereka, Tuai Kecaman

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 27 Mei 2021 12:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 27 18 2416143 guru-perintahkan-siswa-hapus-pesan-pro-palestina-di-tangan-mereka-tuai-kecaman-zdjgSBhvpJ.jpg Guru perintahkan siswa hapus pesan pro-Palestina (Foto: Rex Features)

INGGRIS – Seorang guru telah memicu kemarahan setelah diduga memerintahkan anak-anak sekolah untuk menghapus pesan pro-Palestina yang mereka gambar di tangan mereka.

Lebih dari 1.000 orang telah menandatangani petisi yang menyerukan agar anggota staf di de Ferrers Academy dipecat dalam tuduhan perselisihan mengenai dukungan murid untuk Palestina.

Murid-murid yang terlibat juga diklaim telah 'dimarahi' di sekolah di Burton, Staffordshire.

Para siswa diketahui telah menggambar bendera Palestina di tangan mereka tetapi disuruh untuk mencuci dan membersihkan gambar itu.

Namun seorang murid di sekolah menghubungi StaffordshireLive untuk mengklaim itu adalah kata-kata "Bebaskan Palestina" yang tertulis di tangan dua gadis dari kelas delapan.

Murid tersebut mengatakan bahwa sekolah tersebut memiliki banyak murid yang beragama Islam yang merupakan agama mayoritas rakyat Palestina.

Menurut situs webnya, ada total 2.200 siswa dan 230 guru dan staf di sekolah tersebut.

(Baca juga: Covid-19 Mewabah Lagi, Negara Bagian Victoria, Australia Kembali di Lockdown)

Insiden ini diduga terjadi setelah ribuan orang di seluruh Inggris menghadiri pawai "Merdeka Palestina" di tengah konflik 11 hari antara Israel dan Hamas yang menewaskan ratusan orang.

"Akhir minggu lalu, para pemimpin sekolah di Akademi de Ferrers diberi tahu bahwa seorang murid merasa bahwa mereka telah diajak bicara secara tidak tepat oleh seorang anggota staf yang berurusan dengan masalah perilaku,” terang juru bicara sekolah.

"Para pemimpin sekolah bahkan tidak punya waktu untuk menyelidiki masalah ini sebelum banyak unggahan yang sangat tidak menyenangkan dan tidak dapat diterima dibuat tentang hal itu di media sosial,” lanjutnya.

"Kami selalu menanggapi keluhan formal dengan serius dan agar keluhan apa pun diselesaikan secepat dan seadil mungkin, The de Ferrers Trust dan The de Ferrers Academy selalu meminta agar masalah tersebut ditangani secara formal melalui kebijakan keluhan kami, bukan secara publik melalui media sosial seperti Facebook atau Twitter,” terangnya.

(Baca juga: 5 Fakta Penembakan di Halaman Rel Komuter San Jose yang Tewaskan 8 Orang)

"Kami memiliki kewajiban untuk menjaga semua pihak yang terlibat dan semua keluhan formal dalam bentuk apa pun ditangani secara rahasia. Oleh karena itu, kami meminta dan mengharapkan komunitas kami untuk menjaga kerahasiaan ini juga,” urainya.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini