Kementan Sarankan Petani Sukabumi Ikut Asuransi Pertanian Agar Dapat Pertanggungan

Karina Asta Widara , Okezone · Sabtu 29 Mei 2021 15:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 29 1 2417234 kementan-sarankan-petani-sukabumi-ikut-asuransi-pertanian-agar-dapat-pertanggungan-dKgMuPJjUE.jpg Foto: Dok Kementan

JAKARTA - Kementan (Kementerian Pertanian) menyarankan kepada petani di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat agar mengikuti program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) atau asuransi pertanian agar mendapat pertanggungan ketika terjadi gagal panen, baik yang disebabkan dampak perubahan iklim dan serangan OPT.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjelaskan, asuransi pertanian berperan besar dalam memberikan pertanggungan kepada petani ketika terjadi gagal panen. "Asuransi akan membantu petani menghindari kerugian jika terjadi gagal panen, sebab pertanian itu amat rentan terkendala perubahan iklim, cuaca ekstrim, serta serangan organisme pengganggu tanaman," kata Mentan SYL.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil menjelaskan, bahwa asuransi pertanian adalah bagian dari mitigasi bencana. Asuransi pertanian akan menjadi yang terdepan untuk membantu petani agar terhindar dari kerugian akibat gagal panen. Dengan adanya pertanggungan sebesar Rp6 juta per hektare untuk lahan gagal panen yang telah diasuransikan.

"AUTP atau asuransi pertanian ini memang mendesak untuk terus disosialisasikan kepada petani agar tidak mengalami kerugian materiil pada saat adanya dampak perubahan iklim terjadi seperti yang terjadi di Sukabumi," tuturnya.

Ali mengaku pihaknya akan terus mendorong agar petani mengikuti program asuransi pertanian agar mereka tidak menderita kerugian lebih besar ketika terkena musibah.

"Kami berharap semakin banyak petani yang dapat memanfaatkan perlindungan ini, sehingga mereka merasa lebih aman saat menggarap lahan mereka karena ada jaminan jika terjadi hal-hal yang menyebabkan gagal panen," ucapnya.

Terpisah Direktur Pembiayaan Indah Megahwati menjelaskan bahwa pendaftaran AUTP dapat dilakukan segera dilakukan di musim tanam pada tahun berjalan. Dia mengimbau Kepala Dinas dan Petugas Penyuluh Lapangan untuk segera mendaftarkan petani dalam program AUTP.

"Perlu diketahui bahwa program ini sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 40 Tahun 2015," tutur Indah.

BACA JUGA: Hadiri Kick Off Food Estate Sumatera Selatan, Mentan SYL : Pangan dari Sumsel untuk Indonesia

Program AUTP, Indah melanjutkan, bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan bagi petani Indonesia. "Biaya premi yang perlu dibayarkan sudah mendapat bantuan secara langsung dari pemerintah pusat dengan mengalokasikan sejumlah dana APBN," katanya.

Petani hanya cukup membayar premi Rp36 ribu per hektar per musim tanam, karena sisanya sebesar Rp144 ribu telah dibantu pembayaran premi 80 persen oleh pemerintah. Syarat mengikuti asuransi pertanian adalah petani harus tergabung dalam kelompok tani.

"Waktu pendaftaran dapat dilakukan paling lambat 30 hari setelah tanam," ucapnya. (CM)

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini