Nani 'Sate Takjil Beracun' Menangis Peragakan 34 Adegan Rekonstuksi

Priyo Setyawan, Koran SI · Senin 07 Juni 2021 22:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 07 510 2421608 nani-sate-takjil-beracun-menangis-peragakan-34-adegan-rekonstuksi-9qrEi1VcG8.jpg Nani saat memeragakan adegan rekonstruksi. (Foto: Priyo)

BANTUL - Polres Bantul menggelar rekonstruksi kasus sate beracun dengan tersangka Nani Apriliani (NA), di halaman Mapolres  Bantul, Senin (7/6/2021). Nani menangis saat melakukan adegan-adegan dalam rekonstruksi.

Kasus tersebut mengakibatkan Faiz Prasetya (10), warga Salakan II Bangunharjo, Sewon, meninggal setelah mengosumsi sate ayam yang bumbunya sudah dicampur kalium sianida oleh wanita berusia 25 tahun itu.

Rekonstruksi  ini guna memberikan gambaran atas tindak pidana yang terjadi. Sebanyak 34 adegan dipergakan NA dalam rekonstruksi itu. Namun tidak semua saksi saat kejadian dihadirkan, sehingga menggunakan pengganti. 

Baca juga: Nani 'Takjil Sate Sianida' Jalani Pemeriksaan Tambahan

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bantul, AKP Ngadi mengatakan, sesuai rencana awal, terdapat 27 adegan rekonstruksi, namun karena ada temuan yang belum tercover, sehingga ada tujuh adegan ambahan. 

“Beberapa adegan tambahan meliputi bagaimana tersangka membeli sate, mencampur racun, membuang gamis yang digunakan kala itu dan beberapa adegan tambahan lainnya,” kata Ngadi, Senin (7/6/2021). 

Dari 34 adengan tersebut, 22 adegan melibatkan tersangka NA, sisanya melibatkan saksi dan korban. Usai rekonstruksi, akan segera melengkapi berkas perkara yang nantinya akan dikirim ke kejaksaan.

Baca juga: Aiptu Tomy Diperiksa Propam, Bantah Nikah Siri dengan Nani 'Sate Beracun'

“Jadi rekonstruksi ini untuk menguatkan pasal-pasal yang disangkakan,” ucapnya.

Sementara itu NA menangis selama rekonstruksi. Menurut Ngadi hal itu karena NA tidak terbiasa dengan kondisi dan situasi yang ada.

Sedangkan mengenai T dan istrinya yang tidak hadir dalam rekonstruksi dan diganti oleh peran penganti.. Ngadi menjelaskan sebenarnya mereka sudah diberi undagan, namun ada keperluan lain sehingga  tidak bisa hadir.

Sebagaimana diketahui, kejadian itu berawal saat N meminta driver ojek online (ojol) bernama Bandiman, warga Sewon Bantul memgirim paket sate secara offline ke rumah T, warga Kasihan, Bantul, Minggu (25/4). 

NA memberi uang Rp30 ribu dan nomor telepon T serta mengatakan paket itu dikirim oleh Pak Hamid dari Pakualaman.

Namun saat di tujuan, T tidak ada di rumah dan mengaku  tidak kenal dengan Hamid, sehingga tidak mau menerima dan memberikan sate itu kepada Bandiman. Bandiman pun tanpa curiga membawanya pulang.

Setelah sampai di rumah, sate dimakan bersama anak dan istrinya. Namun setelah makan sate yang diberi bumbu, anaknya jatuh dan mengeluarkan busa dari mulut. Korban kemudian dibawa ke RSUD Yogyakarta dan oleh dokter dinyatakan keracunan serta tidak tertolong nyawanya.  

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini