Demi Penelitian, NASA Kirim Cumi-cumi yang Baru Menetas ke Stasiun Antariksa

Agregasi VOA, · Selasa 08 Juni 2021 05:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 08 18 2421669 demi-penelitian-nasa-kirim-cumi-cumi-yang-baru-menetas-ke-stasiun-antariksa-X6pyUDjB0y.jpg Ilustrasi astronot tiba di ISS (Foto: AP via VOA)

WASHINGTON - Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) mengirim koleksi cumi-cumi bobtail yang baru menetas ke Stasiun Antariksa Internasional (ISS). Para peneliti berharap percobaan ini membantu memahami sejauh mana penerbangan ke luar angkasa memengaruhi interaksi antara mikroba yang menguntungkan dan hewan inang mereka.

Pesawat ulang alik antariksa SpaceX meluncurkan misi Layanan Pasokan Komersial ke-22 (Commercial Resupply Services - disingkat CRS-22) - ke ISS pada Kamis (3/6) lalu.

Misi tersebut mengangkut lebih dari 3.300 kilogram kargo. Pesawat antariksa itu juga membawa pasokan penelitian dan perangkat keras kendaraan, termasuk dua panel surya baru yang pertama.

Misi CRS juga mencakup koleksi 128 cumi bobtail yang baru menetas. Anak-anak cumi ini adalah bagian dari eksperimen yang diberi nama Understanding of Microgravity on Animal-Microbe Interactions (UMAMI).

Peneliti berharap eksperimen ini dapat membantu mereka memahami bagaimana penerbangan antariksa memengaruhi interaksi antara mikroba yang menguntungkan dan hewan inang mereka, kata Jamie Foster, profesor mikrobiologi pada Universitas Florida.

(Baca juga: Sempat Terpuruk dengan Varian Virus Corona, Kota-Kota di India Mulai Dibuka)

"Proyek ini untuk mencoba memahami bagaimana lingkungan antariksa, tekanan berada di antariksa, memengaruhi interaksi yang normal, menguntungkan, dan sehat, yang terjadi antara mikroba dan hewan inangnya," ungkapnya.

Cumi-cumi kecil itu menetas sehari sebelum diluncurkan. Mereka disimpan dalam tas kecil dengan katup untuk memungkinkan air laut masuk ke lingkungan mereka.

Ini bukan pertama kali cumi-cumi dikirim ke orbit. Hewan itu juga dibawa dalam perjalanan ke antariksa untuk percobaan pada 2011.

"Cumi-cumi memiliki sistem kekebalan yang hampir sama seperti kita, manusia. Mereka lebih sederhana dan asosiasi atau interaksi dengan bakteri mereka juga lebih sederhana. Jadi, daripada ribuan jenis mikroba yang berinteraksi dengan manusia, pada cumi-cumi, hanya ada satu bakteri dan satu inang," lanjut Foster.

(Baca juga: Indonesia Desak ASEAN Segera Tunjuk Utusan untuk Mediasi di Myanmar)

Foster menambahkan percobaan UMAMI bisa membantu peneliti memahami apakah, dan sejauh mana, penerbangan antariksa yang panjang memengaruhi kesehatan astronaut.

"Salah satu hal yang terjadi pada astronaut ketika mereka berada di antariksa adalah sistem kekebalan mereka dapat terganggu atau tidak teratur, dan itu bisa sangat berpotensi berbahaya kalau tidak dapat segera dibawa ke dokter atau tidak bisa mendapatkan bantuan. Jadi, kami benar-benar ingin memahami dampak penerbangan antariksa yang lama terhadap kesehatan hewan, misalnya terhadap sistem kekebalan tubuh," pungkasnya.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini