JAKARTA - Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan (PDIP), Tjahjo Kumolo menjawab seputar calon yang akan diusung dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Salah satunya mengenai usulan koalisi Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri, dengan Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto (Mega-Pro).
Menurutnya, soal koalisi ini tidak bisa berandai-andai. Tinggal menunggu waktu saja soal siapa yang akan dicalonkan PDIP kelak.
"Nggak bisa berandai-andai. Tunggu tanggal mainnya aja," kata Tjahjo kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (8/6/2021).
Baca juga: Nama Ganjar Teratas, Anies Kedua dan Ridwan Kamil Posisi Ketiga Capres Klaster Kepala Daerah
Mengenai nama Puan Maharani sebagai calon presiden (capres), Thahjo menjelaskan, pengajuan pasangan calon (paslon) untuk Pilpres itu sesuai dengan UU Pemilu Nomor 7/2017 adalah hak dan kewenangan parpol atau gabungan parpol.
Jadi, sambung Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) ini, apakah orang itu telah malang melintang ataupun populer, kuncinya adalah nantinya orang itu harus didukung parpol atau gabungan parpol.
"Karena ini adalah domain parpol untuk tentukan siapa capres. Kalau kepala daerah kan ada yang independen," ujarnya.
Baca juga: Survei ASI: Sandiaga dan Erick Thohir, Klaster Menteri yang Paling Layak di Pilpres 2024
Namun, Tjahjo pribadi mempersilakan siapa saja yang mau bermanuver jelang Pilpres ini, karena nantinya yang berhak mengusulkan capres-cawapres adalah parpol dan gabungan parpol.
"Kalau saya sah-sah aja, orang mau bermanuver silahkan saja. Tapi, nanti yang berhak usulkan capres-cawapres, bisa satu parpol atau gabungan parpol," tegas Tjahjo.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.