Menengok Latihan Menembak Taifib Bersama Marinir AS di Situbondo

Riezky Maulana, iNews · Selasa 08 Juni 2021 17:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 08 512 2422028 menengok-latihan-menembak-taifib-bersama-marinir-as-di-situbondo-d2nu4YXD30.jpg Taifib Marinir TNI AL menggelar latihan menembak bersama Marinir AS (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Prajurit Intai Amfibi (Taifib) Korps Marinir TNI AL bersama dengan United States Marines Corps (USMC) Reconnaissance Unit menggelar latihan bersama Reconex 21-II dengan latihan menembak sniper di Pusat Latihan Pertempuran Korps Marinir 5 Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Senin (7/6/2021).

Latihan menembak sniper yang dipantau langsung oleh Komandan Satgas Latihan Letkol Marinir Supriyono dan Paopslat Lettu Marinir Eko Putra tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan teknik serta taktik para prajurit.

Adapun jenis latihan ini juga untuk mendalami beberapa jenis senjata sniper yakni senjata AX 308, SSG 550, RPA dan Poin 50 Barret.

Letkol Marinir Supriyono mengatakan, latihan ini sangat membutuhkan ketelitian, kecermatan, dan kesabaran tinggi serta ketangguhan untuk bisa menjalankan tugasnya.

Baca juga: Aksi Marinir Kejar Separatis dalam Foto

"Dalam peperangan era modren saat ini, seorang sniper atau petembak jitu sangat dibutuhkan, dengan tujuan mengurangi kemampuan tempur musuh dengan cara membunuh sasaran yang bernilai tinggi, seperti target sasaran yang telah ditentukan," ujar Supriyono dalam keterangannya, Selasa (8/6/2021).

Dia memaparkan, penembak jitu juga mempunyai misi pengintaian dan pengamatan, antisniper, memilih target sendiri secara oportunis. Bahkan tugas anti material atau penghancuran peralatan militer.

"Materi yang dilatihkan dalam menembak sniper meliputi sikap atau posisi saat menembak, cara mengatasi senjata bermasalah dan sasaran yang harus ditembak oleh petembak sniper dan komunikasi antara petembak dengan spotter," ujarnya.

Baca juga: Marinir Serang Pemukiman di Situbondo, Ada Apa?

Kemudian, para prajurit juga dilatihkan cara mengukur kecepatan angin, menentukan arah angin, mengatur elevasi senjata di jarak 200 meter sampai 900 meter. Terakhir, juga dilaksanakan diskusi tentang taktik sniper serta kontra sniper.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini