Zambia Diserukan Larang Impor dan Penjualan Celana Dalam Bekas

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 09 Juni 2021 10:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 09 18 2422340 zambia-diserukan-larang-impor-dan-penjualan-celana-dalam-bekas-6pPaQDbiWu.jpg Foto: Okezone.

LUSAKA - Sebuah organisasi nirlaba di Zambia telah menyerukan larangan impor dan penjualan pakaian dalam bekas.

Nelson Banda, koordinator nasional Jaringan Pria Nasional untuk Gender dan Pembangunan Zambia, mengatakan bahwa pakaian yang populer di kalangan pria dan wanita itu berbahaya bagi kesehatan.

BACA JUGA: Tak Dilamar Setelah 8 Tahun Pacaran, Perempuan Ini Tuntut Kekasih ke Pengadilan

Meskipun penjualan pakaian dalam bekas telah dilarang pada 2017, pejabat tidak pernah menerapkannya. Impor dan penjualan pakaian tersebut terus berlanjut, terutama di ibu kota, Lusaka.

Banda mengatakan pakaian dalam bekas berpotensi menularkan penyakit seperti tifus dan infeksi menular seksual.

"Orang Zambia tidak boleh dikenakan pakaian dalam bekas yang telah dibuang di negara lain karena mereka layak mendapatkan pakaian yang layak," kata pernyataannya sebagaimana dilansir BBC.

BACA JUGA: 3 Warga China Dibunuh dan Dibakar di Pabrik Zambia, Diduga Terkait Diskriminasi

Dia meminta pihak berwenang untuk melindungi Zambia dan membantu produsen lokal membuat pakaian dalam murah.

Perdagangan pakaian bekas, yang secara lokal dikenal sebagai "salaula", adalah sumber mata pencaharian bagi banyak orang Zambia yang menganggur.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini