Gajah 'Patah Hati' Rela Berjalan 15 Mil Demi Hadiri Pemakaman Sahabat Manusianya

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 09 Juni 2021 12:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 09 18 2422390 gajah-patah-hati-rela-berjalan-15-mil-demi-hadiri-pemakaman-sahabat-manusianya-pugWUlyvJi.jpg Gajah datangi pemakaman sahabat manusianya (Foto: SWNS.com)

INDIA - Seekor gajah di India berjalan lebih dari 15 mil agar bisa mengucapkan selamat tinggal terakhirnya kepada penunggangnya dan sahabatnya selama 25 tahun.

Gajah, bernama Brahmadathan, melakukan perjalanan dua jam dengan putra mendiang penunggangnya untuk memberi penghormatan.

Kunnakkad Damodaran Nair, yang dikenal sebagai Omanchetan, menunggangi dan melatih gajah selama hampir enam dekade tetapi memiliki ikatan khusus dengan Brahmadathan yang kabarnya membuat penduduk setempat "iri".

Momen luar biasa ketika Brahmadathan tiba untuk pemakaman tertangkap kamera.

Saat tubuh Omanchetan tergeletak di luar rumahnya, gajah besar itu berdiri di samping pelayat sebelum menyentuh tubuh penunggangnya, atau mahout, pada saat-saat penuh perhatian.

Teman dan keluarga Mahout berteriak dengan emosi saat Brahmadathan mencoba mengangkatnya dengan menggoyangkan belalainya.

(Baca juga: Istri "El Chapo" Mengaku Bersalah Bantu Suami Jalankan Kartel Narkoba)

Omanchetan, 74, meninggal pekan lalu di rumahnya di Kerala, India Selatan. Menurut mereka yang mengenalnya, dia dan Brahmadathan akan menghabiskan setiap hari bersama dan memiliki hubungan yang mendalam.

"Ketika Brahmadathan datang ke pemakaman, saya tidak tahan,” ujar Rajesh, 50, putra mendiang.

"Mereka saling mencintai seperti apa pun. Keinginan terakhirnya adalah melihat Brahmadathan,” terangnya.

"Semua orang iri dengan ikatan mereka,” lanjutnya.

"Ayah saya telah menjadi mahout dan pelatih selama hampir enam dekade dan ikut serta dalam berbagai festival untuk menarik orang banyak,” tambahnya.

(Baca juga: Israel Izinkan Pawai Sayap Kanan Lewati Lingkungan Muslim Yerusalem)

Gajah diketahui kerap mengunjungi sisa-sisa anggota keluarga yang meninggal, membelai tulang mereka, atau kadang-kadang bergoyang-goyang seperti berjaga-jaga.

Kawanan gajah telah ditangkap di film yang tampak berduka atas kehilangan anggota yang mati selama berhari-hari, sama seperti rasa kehilangan yang dialami manusia.

Gajah dianggap sebagai salah satu makhluk terpandai di Bumi. Gajah terancam punah karena pembur kerap membunuh mereka demi mengambil gadingnya.

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini