“Jadi, kalau yang memimpin PMI tidak mahir menggunakan teknologi digital, maka akan tergerus zaman,” kata kang Emil.
Baca Juga: Megawati Raih Profesor Kehormatan, Ridwan Kamil: Orasi Ilmiahnya Penuh Nasihat Mencerahkan
Tak hanya itu, Kang Emil berpesan agar digitalisasi dihadirkan oleh para relawan dan pengurus PMI, salah satunya terkait penyebaran informasi mengenai stok darah yang seringkali menjadi permasalahan dasar di masyarakat.
“Nantinya apabila yang ingin donor darah bisa diaplikasikan dengan 4.0 melalui e-commerce. Sehingga seluruhnya dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Apabila digitalisasi tersebut hadir di tengah masyarakat, Gubernur meyakini tidak akan ada lagi masyarakat yang mengalami kebingungan saat keluarganya mencari stok darah di PMI.