Namun pasukan Bhayangkara menorehkan catatan hitam terjadi saat Perang Bubat. Saat Gadjah Mada menggunakan kesempatan perjalanan Putri Pajajaran Dyah Pitaloka ke Majapahit untuk dinikahkan dengan Hayam Wuruk. Rombongan itu justru diserang Gadjah Mada.
Sepeninggal Gadjah Mada, keberadaan Pasukan Bhayangkaran masih tetap ada. Ketika Majapahit diserbu kerajaan Demak, bangsawan Majapahit menyelamatkan diri sejumlah daerah termasuk ke Bali dengan pengawalan Pasukan Bhayangkara.
Sebelum ada padukan Bhayangkara, ada sebuah pasukan bernama Dharmaputra. Kisah tentang Pasukan Dharmaputra tertulis dalam kitab Negara Kertagama dan Pararaton.
Negarakertagama menceritakan pasukan bernama Dharmaputra dibentuk pada awal-awal berdirinya Majapahit oleh Raden Wijaya, pendiri sekaligus raja pertama kerajaan tersebut.
Dharmaputra beranggotakan 7 prajurit.. Dari ke tujuh Dharmaputra tersebut yang paling terkenal Ra Kuti dan Ra Tanca. Ra Kuti terkenal karena berhasil menduduki Istana dan memproklamirkan diri secara sepihak menjadi Raja Majapahit. Sementara Ra Tanca terkenal karena membunuh Jayanegara.
Tidak banyaknya catatan tentang Dharmaputra termasuk dalam prasasti yang ditinggalkan kerajaan tersebut. Minimnya catatan ini kemungkinan besar karena ketujuh orang ini pada akhirnya semuanya tewas sebagai pemberontak pada masa pemerintahan raja kedua Majapahit, Jayanagara. Seluruh personel pasukan elite ini tewas di tangan Gadjah Mada dan pasukan Bhayangkara.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.