Penduduk Desa Bangun Patung Penis Raksasa untuk Akhiri Kekeringan

Susi Susanti, Koran SI · Selasa 15 Juni 2021 09:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 15 18 2425279 penduduk-desa-bangun-patung-penis-besar-untuk-akhiri-kekeringan-hBXNMkD2zZ.jpg Patung penis raksasa di Thailand (Foto: Facebook)

THAILAND - Penduduk desa setempat di Yothaka, di provinsi Chachoengsao, Thailand, mengakhiri periode kekeringan dengan membangun patung penis raksasa.

Patung penis raksasa atau "Palad Khik" dalam bahasa Thailand, didirikan pada 9 Juni sebagai tanggapan atas kekhawatiran petani bahwa akhir-akhir ini tidak ada cukup hujan dan air dari saluran irigasi terlalu asin dan telah merusak tanaman.

Minggu ini kepala desa setempat, Chamnan Kenthongdaeng, 52, mengatakan pada konferensi pers jika pada 11 Juni, hanya dua hari setelah penis raksasa itu dipasang, hujan mulai turun, dengan hujan yang berlangsung sekitar setengah jam.

Koson Samang, kepala desa terdekat, telah membuat video hujan untuk mengkonfirmasi fenomena tersebut.

Namun, para petani setempat mengeluh bahwa pancuran air yang singkat itu tidak cukup lama untuk mengairi sawah mereka. Chamnan 52, berjanji bahwa doa ke patung penis raksasa akan terus berlanjut.

(Baca juga: Muslim Selandia Baru Ingin Hentikan Film Kontroversial Penembakan Masjid Christchurch)

Dia mengatakan kepada Pattaya News bahwa mendirikan Palad Khik, mewakili kesuburan dan pertumbuhan baru, adalah tradisi lokal yang berlangsung beberapa dekade, hingga zaman kakek-neneknya.

Chamnan mengatakan patung penis raksasa itu tidak akan menimbulkan masalah dengan lalu lintas. Dia menjelaskan patung itu dibangun di jalan buntu.

"Akan segera disingkirkan begitu musim hujan datang," ujarnya.

Sementara itu, penduduk setempat didorong untuk berdoa kepada penis raksasa dan meninggalkan sesajen kecil.

Chamnan mengatakan dia sadar beberapa orang telah mengejek lingga secara online. Dia mengutuk mereka, dengan mengatakan bahwa mereka "tidak beriman" dan tidak menghormati kepercayaan penduduk desa yang berusia hampir satu abad.

(Baca juga: NATO Peringatkan Ancaman Militer yang Ditimbulkan China)

Diketahui, Provinsi Chachoengsao didominasi oleh dataran rendah, dengan sawah yang luas dan pertanian lain yang bergantung pada air, sehingga curah hujan yang baik sangat penting bagi petani setempat.

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini