Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Komisi IV Apresiasi Kementan dan Mendorong Jawa Timur Jadi Produsen Utama Porang

Fitria Dwi Astuti , Jurnalis-Kamis, 17 Juni 2021 |17:19 WIB
Komisi IV Apresiasi Kementan dan Mendorong Jawa Timur Jadi Produsen Utama Porang
Foto: Dok Kementerian Pertanian
A
A
A

Jawa Timur - Anggota Komisi IV DPR RI, Ema Umiyyatul Chusnah mendorong budidaya tanaman porang di Provinsi Jawa Timur semakin menggeliat. Menurut Ema, tanaman porang adalah komoditas prospektif yang bisa menambah daya gedor ekonomi keluarga, sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi nasional melalui sektor pertanian secara luas.

"Porang sangat luar biasa. Nilainya juga luar biasa. Apalagi porang ini bisa ditanam di segala situasi, baik yang banyak pohon (dataran tinggi) maupun dataran rendah. Jadi memang sangat luar biasa," ujar Ema saat meninjau budidaya porang di Madiun, Jawa Timur pada Kamis, (17/06/2021)

Mengenai hal ini, ia mengapresiasi kerja keras jajaran Balitbangtan Kementerian Pertanian (Kementan) yang sampai sejauh ini terus mempersiapkan bibit porang unggul, yang memiliki rentan waktu panen lebih cepat dan berkualitas.

"Dari Balitbangtan pun sudah berupaya agar bibit porang ini lebih cepat panen. Dan ini harus kita apresiasi," katanya. 

 BACA JUGA: Kementan Dorong Pemanfaatan KUR Agar Lebih Optimal

Karena itu, Ema menyayangkan sempat adanya pemotongan anggaran pertanian 2020. Meski demikian, ia berjanji akan terus mengawal anggaran yang ada, dan akan memperjuangkan penambahan setiap tahun.

"Kita sudah berupaya dari komisi IV untuk back up anggaran dari kementan, sehingga sektor pertanian lebih ditingkatkan. Kami juga sudah berupaya bagaimana anggaran pertanian lebih di prioritaskan, karena memang saat pandemi seperti saat ini sektor pertanian tidak terpengaruh oleh adanya krisis dan petani tetap eksis," ujarnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement