KAPOLRI Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menerbitkan surat telegram terkait dengan memberangus pungutan liar (pungli) dan aksi premanisme di Pelabuhan se-Indonesia.
Hal ini merupakan tindaklanjut instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai mendengar keluhan para sopir kontainer yang sering dipalak oleh preman di perbatasan Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) dan Terminal Peti Kemas Koja, Jakarta Utara.
(Baca juga: Preman Paling Menakutkan Ini Insyaf dan Jadi Perwira Kopassus)
Operasi penangkapan preman langsung dilakukan hampir di seluruh wilayah Indonesia. Polisi awalnya menangkap puluhan orang yang sering melakukan pungutan liar di Tanjung Priok, menyusul kemudian ratusan preman di berbagai provinsi turut diamankan.
Bicara Tanjung Priok, wilayah Utara Jakarta ini menjadi salah satu lumbung ekonomi yang dipenuhi para jagoan. Mereka berangkat dari berbagai macam latar belakang etnis, karena secara umum tidak ada penguasa tunggal dari latar belakang etnis dalam dunia kekerasan di kota Jakarta.