"Maka kegiatan dakwah saya dan kawan-kawan di rutan Mabes Polri jadi sering terganggu, mulai dari kajian shubuh, pengajian tafsir dan hadits, serta majelis dzikir dan sholawat, juga pemberantasan buta huruf Alquran, dan lain-lain," ungkapnya.
Baca juga: Habib Rizieq: Saya Masih Belum Pantas Disebut Imam Besar
Namun, lanjut Habib Rizieq, jika replik tidak dibalas maka JPU tidak akan pernah menyadari kesalahannya. Maka dengan duplik yang Habib Rizieq bacakan ini, dirinya berharap dapat membuktikan kebenaran.
"Namun jika saya tidak menjawab melalui duplik ini, maka nanti JPU tidak akan pernah tahu dan tidak akan pernah menyadari akan kesalahannya, dan ketidak-cermatannya bahkan kezalimannya dalam kasus rumah sakit Ummi Kota Bogor. Jadi terpaksa saya harus menjawab dalam duplik ini untuk menjelaskan dan membuktikan kebenaran pendapat saya," ungkapnya.
(Awaludin)