Ganjar Ceritakan Awal Mula Kasus Covid-19 Meledak di Kudus

Taufik Budi, Okezone · Kamis 17 Juni 2021 12:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 17 512 2426612 ganjar-ceritakan-awal-mula-kasus-covid-19-meledak-di-kudus-NWkPIwR7ZF.jpg Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (Okezone)

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan awal mula meledaknya kasus Covid-19 di Kudus. Semula, penyebaran virus asal Wuhan China itu dinilai sempat terkendali namun mendadak berkembang pesat selama tiga pekan terakhir.

“Dalam tiga minggu terakhir, mulai 17-23 Mei awal itu zona merahnya muncul, sebelumnya sudah oranye. Maka beberapa rumah sakit sudah kita kendorkan, kegiatan mulai kita buka lagi, pada saat itu,” kata Ganjar saat menjadi pembicara dalam Webinar “Kebijakan Pemerintah Daerah, Peluang, Tantangan, dan Kepemimpinan di Masa dan Pasca Pandemi Covid-19”, Kamis (17/6/2021).

“Kemudian kok muncul tiga titik merah dari data yang kami baca. Ternyata Kudus memang menjadi tempat yang waktu itu persebarannya sangat cepat, dan kami belum tahu apa penyebabnya,” terang Ganjar.

Pada saat hampir bersamaan, persebaran Covid-19 juga terdeteksi meluas di Jawa Tengah bagian barat. Sejumlah daerah dinyatakan masuk dalam kategori zona merah Covid-19.

Baca Juga: Waspada Varian Delta! Epidemiolog: Bila Abai Prokes, Jangan Kaget Menyongsong Badai

“Berikutnya tanggal 24-30 Mei, tiba-tiba menyebar dengan cepat. Kawasan Brebes di Jawa Tengah sisi barat sudah masuk ke Kabupaten Tegal. Lha yang timur (Kudus) langsung kemudian seluruh daerah di sekitar kiri-kanannya kena, bahkan sampai Sragen,” lugasnya.

Dari hasil pemeriksaan whole genome sequencing (WGS), virus Covid-19 di Kudus ternyata varian baru B.1.617 atau Delta asal India. Jenis virus ini disebut memiliki karakter lebih ganas dan bisa menyebar dengan cepat.

“Kemudian Sragen berhasil menangani (penyebaran Covid-19) untuk sementara, dan ternyata sekarang bergeser dari Sragen ke Wonogiri dan itu menunjukkan bagaimana si covid ini cepat berkembang. Setelah itu baru kita tahu ternyata namanya varian Delta yang menyebar sangat cepat,” pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini