Tak Pakai Masker di Kereta, Pria Ini Kehilangan Pekerjaan dan Ancaman Penjara

Susi Susanti, Koran SI · Sabtu 19 Juni 2021 15:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 19 18 2427749 tak-pakai-masker-di-kereta-pria-ini-kehilangan-pekerjaan-dan-ancaman-penjara-yfJ6Arg781.jpg Pria ini kehilangan pekerjaan karena tidak pakai masker (Foto: Benjamin Glynn/SWNS)

SINGAPURA - Seorang pria Inggris di Singapura telah kehilangan pekerjaan barunya karena tidak memakai masker saat naik kereta pulang kerja.

Konsultan perekrutan Benjamin Glynn mengklaim dia tidak pernah memakai masker.

"Saya bahkan tidak percaya masker menghentikan penyebaran virus sejak awal,” terangnya. Dia mengakui hal ini pertama kalinya menjadi masalah.

Ayah dua anak Glynn, 39, difoto di sebuah kereta di negara-kota Asia oleh sesama penumpang tanpa menggunakan masker. Setelah foto itu di-posting online, polisi setempat melacaknya dan menuduhnya melakukan pelanggaran gangguan publik.

Dia menghabiskan 28 jam di sel penjara, dan paspornya disita - mencegahnya melakukan perjalanan kembali ke Inggris untuk memulai pekerjaan baru.

(Baca juga: China Laporkan 30 Kasus Baru Covid-19, 6 Transmisi Lokal)

Anggota keluarga Glynn lainnya pulang ke Helmsley, North Yorkshire, pada 31 Mei tetapi dia harus tetap tinggal untuk menghadapi persidangan.

Dia khawatir dia harus menghabiskan 12 bulan dengan jaminan sebelum persidangannya dan berpotensi menghadapi hukuman enam bulan di penjara Singapura.

"Saya pikir itu gila bahwa saya menghadapi persidangan sama sekali, hanya karena tidak mengenakan masker,” katanya kepada Yorkshire Post.

"Situasi yang mengerikan ketika saya tidak tahu kapan saya bisa melihat keluarga saya selanjutnya," tambahnya.

(Baca juga: Ketahuan Beli Suara, Mantan Menteri Kehakiman Jepang Dijatuhi Hukuman Penjara)

Glynn mengklaim tidak ada bukti ilmiah untuk mendukung gagasan bahwa memakai masker mengurangi risiko infeksi.

"Sejujurnya saya percaya itu tipuan. Saya tidak merasa ada bukti yang menunjukkan bahwa penggunaan masker efektif dengan cara apa pun,” terangnya.

"Dari dasar ilmiah, saya pikir itu omong kosong,” tambahnya.

Jerome Tan, yang membuat rekaman video yang membuat Glynn dalam masalah, mengatakan kepada The Straits Times bahwa orang Inggris itu berbicara dengan seorang lelaki tua, mencoba meyakinkannya untuk melepas masker, dan mengatakan itu akan membuatnya sakit.

"Yang lebih buruk adalah dia mencoba meyakinkan orang lain untuk tidak memakai masker, dan saya menemukan sikapnya cukup arogan - sesuatu harus dilakukan,” jelasnya.

Diketahui, di Singapura wajib bagi penduduk untuk memakai masker setiap kali mereka meninggalkan rumah, dengan sedikit pengecualian.

Ahli biologi pemenang hadiah Nobel Profesor Sir Venki Ramakrishnan menyarankan bahwa masker wajah harus dipakai kapan pun Anda berada di ruang publik yang ramai.

Dia mengatakan bahwa ada banyak bukti ilmiah bahwa masker melindungi pemakainya dan orang-orang di sekitarnya, dan memperingatkan Inggris yang berada "jauh di belakang" negara lain dalam hal memakai masker.

Dia menambahkan bahwa tidak mengenakan penutup wajah harus dianggap sebagai "anti-sosial" dengan cara yang sama seperti mengemudi dalam keadaan mabuk atau tidak mengenakan sabuk pengaman.

Di Singapura yang dihuni 6 juta penduduknya, ada 62.366 kasus Covid-19 yang tercatat dan 34 kematian yang dikonfirmasi.

Di sini, di Inggris, angka terbaru menunjukkan lebih dari 4,6 juta orang telah terinfeksi, dan kematian lebih dari 128.000.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini