Ketahuan Beli Suara, Mantan Menteri Kehakiman Jepang Dijatuhi Hukuman Penjara

Agregasi VOA, · Sabtu 19 Juni 2021 14:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 19 18 2427719 ketahuan-beli-suara-mantan-menteri-kehakiman-jepang-dijatuhi-hukuman-penjara-pXhAIsvJtW.jpg Katsuyuki Kawai. (Foto: AP)

TOKYO - Seorang mantan menteri kehakiman Jepang dijatuhi hukuman tiga tahun penjara, Jumat (18/6/2021), karena membeli suara agar istrinya terpilih sebagai anggota majelis tinggi parlemen negara itu, 

Kantor berita NHK melaporkan, Katsuyuki Kawai, 58 tahun, dinyatakan bersalah atas tuduhan membagi-bagikan sekitar 29 juta yen (atau Rp1,8 miliar) kepada sekitar 100 orang pada 2019 untuk membantu mengamankan kursi majelis tinggi untuk istrinya, Anri.

BACA JUGA: Menteri Kedua dalam Kabinet Jepang Mundur Karena Skandal Pemberian Hadiah

Menurut kantor berita AFP, para pejabat di Pengadilan Distrik Tokyo belum mengonfirmasi laporan tersebut.

Kawai, orang kepercayaan mantan perdana menteri Shinzo Abe, telah menganulir klaim sebelumnya bahwa ia tidak bersalah dan secara luas mengakui tuduhan terhadap dirinya. Anri, yang memenangkan kursinya dalam pemilihan Juli 2019, telah dinyatakan bersalah atas perannya dalam skema tersebut dan menerima hukuman percobaan 16 bulan awal tahun ini.

BACA JUGA: Baru Menjabat, Menteri Perdagangan Jepang Mundur Karena Hadiah untuk Konstituennya

Hukuman Kawai bukan hukuman percobaan, artinya ia menghadapi hukuman penjara. Namun harian Yomiuri Shimbun melaporkan bahwa ia mengajukan banding.

Kawai diangkat menjadi menteri kehakiman oleh Abe pada 2019 tetapi mundur dari jabatannya hanya beberapa pekan setelah skandal itu mencuat.

Partai Demokrat Liberal yang berkuasa dilaporkan menyediakan sekitar USD1,4 juta untuk kampanye pemilihan Anri, jumlah yang luar biasa besar untuk mendongkrak upaya kampanyenya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini