TERDAPAT sebuah makam yang dikeramatkan warga Desa Keramat, Tapos (perbatasan Bogor-Depok). Makam itu adalah kuburan Nyimas Utari Sanjaya Ningrum atau Nyimas Utari Sandijayaningsih. Siapa dia?
Nyimas Utari adalah telik sandi atau agen intelijen Kerajaan Mataram yang diberi tugas oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo untuk membunuh Gubernur Jenderal VOC pertama, Jan Pieterszoon Coen dalam Perang Batavia II.
Muncul cerita bahwa matinya JP Coen adalah buah kerja pasukan “Dom Sumuruping Mbanyu” yaitu pasukan khusus Mataram termasuk Raden Ayu Utari Sandijayaningsih anak Raden Bagus Wonoboyo, cucu dari Roro Ratu Pembayun.
Ia saat itu menjadi penyanyi kesayangan JP Coen di dalam kastil. Kisah ini tertuang di Babad Tanah Jawi.
Dalam operasi yang sangat rahasia itu, seorang juru tulis VOC yang bersandi Wong Agung Aceh adalah kepercayaan Sultan Agung yang diselundupkan melalui kapal dagang Aceh yang disewa VOC untuk mengangkut meriam dari Madagaskar.
Operasi yang dikomandoi Mahmudin (Wong Agung Aceh) ini berhasil dengan sukses, setelah Raden Utari Sandi Jayaningsih mampu meminumkan racun arsenikum pada Eva Ment dan mengakibatkan istri JP Coen beserta anaknya itu meninggal.
Empat hari berikutnya giliran dia menggoda JP Coen dalam pesta mabuk-mabukan dan JP Coen yang tidak biasa minum sampai mabuk, lupa dan lengah sehingga berniat memperkosa Raden Ayu Utari Sandijayaningsih dalam kamarnya.
Dalam keadaan mabuk JP Coen tidak melihat bahwa Mahmudin menyelinap masuk ke dalam kamar JP Coen dan memenggal kepala JP Coen.
Baca Juga : Kisah Mengerikan, Prajurit Mataram Dipenggal karena Gagal Merebut Batavia
Dengan cepat Utari Sandi Jayaningsih membawa kepala itu keluar benteng, menyusul beberapa ledakan hebat yang diakibatkan sabotase salah satu pasukan Sandi bernama Wargo. Segera setelah serangan bom pada pesta itu, beberapa korban termasuk perempuan bergelimpangan dalam keadaan hangus sehingga Utari Sandi Jayaningsih dinyatakan tewas.