Perjalanan kepala JP Coen dari benteng VOC diterima oleh Raden Bagus Wonoboyo yang kemudian secara estafet dibawa ke Mataram oleh divisi Tumenggung Surotani untuk diserahkan kepada Sultan Agung di Mataram.
Kepala Coen dibawa lewat jalur Pantai Utara oleh tentara Mataram di bawah komandan Tumenggung Surotani. Sultan Agung memerintahkan untuk menanam kepala itu di baris ke-716 tangga menuju makam raja-raja Jawa di Imogiri.
Keberhasilan operasi komando pembunuh JP Coen ini secara keseluruhan telah menghentikan niat Sultan Agung melanjutkan peperangan melawan Kompeni Belanda di Batavia, namun selama Sultan Agung masih bertahta di Mataram selama itu pula Batavia tidak berani mengusik kedudukan Sultan Agung di Mataram.
Raden Utari Sandi Jayaningsih jasadnya terbaring di samping Wali Mahmudin di keramat Wali Mahmudin Kelurahan Tapos, Kecamatan Tapos, Depok, Jawa Barat.
Baca Juga : Kisah Ki Ageng Pemanahan Minum Air Kelapa Ki Ageng Giring yang Bisa Turunkan Raja Jawa
Ki Herman Janutama sejarawan asal Yogyakarta dalam sebuah wawancara mengatakan bahwa infiltrasi telik sandi Mataram ke Batavia sudah dirancang sejak 1627. Dengan mengerahkan orang-orang Tumenggung Kertiwongso dari Tegal.
Komandan kelompok intel Mataram Raden Bagus Wonoboyo membangun wilayah bantaran Kali Sunter di daerah Tapos menjadi basis mereka. Untuk melengkapi kerja-kerja rahasia tersebut, Wonoboyo mengirimkan putrinya yang memiliki kemampuan telik sandi mumpuni, Nyimas Utari, untuk bergabung dengan agen telik sandi asal Samudera Pasai, Mahmuddin.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.