Polda Sumut Bentuk Tim Khusus Buru Penembak Jurnalis di Simalungun

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Sabtu 19 Juni 2021 17:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 19 608 2427786 polda-sumut-bentuk-tim-khusus-buru-penembak-jurnalis-di-simalungun-MfG58qQguy.jpg Jenazah Mara Salem ditemukan di dalam mobilnya yang diparkir tak jauh dari rumahnya.

MEDAN - Polda Sumatera Utara membentuk tim khusus untuk memburu pelaku penembakan terhadap jurnalis Mara Salem Harahap alias Marsal (42 tahun) tak jauh dari rumahnya di Huta VII, Nagori Karang Anyar, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu (19/6/2021) dini hari tadi.

"Kita bentuk tim khusus untuk penanganan kasus ini. Tim terdiri dari personel Polda Sumut, Polres Simalungun dan Polsek setempat," kata Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja.

BACA JUGA: Wartawan di Pematangsiantar Tewas Ditembak OTK

Saat ini kata Tatan, penyelidikan atas kasus itu sudah dimulai. Pihaknya tengah melakukan pengumpulan bukti-bukti dari lokasi kejadian penembakan sekaligus memeriksa sejumlah saksi yang berada di lokasi dan yang sempat berkomunikasi dengan korban.

"Kita sedang olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sanksi untuk mencari bukti dan petunjuk atas kasus tersebut," terangnya.

Tatan pun meminta masyarakat mempercayakan penyelidikan kasus itu kepada Polisi. "Saya tegaskan kami akan profesional dalam menangani kasus ini," tukasnya.

BACA JUGA: Wartawan Tewas Ditembak, IJTI Sebut Sumut Tak Aman untuk Jurnalis

Sebelumnya diberitakan, Pemimpin Redaksi media online lassernewstoday.com, Mara Salem Harahap ditembak hingga tewas orang tak dikenal tak jauh dari rumahnya di Huta VII, Nagori Karang Anyar, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun pada dini hari tadi.

Mara Salem diduga dibunuh karena media online miliknya kerap memberitakan dugaan penyelewangan yang dilakukan pejabat BUMN, maraknya peredaran narkoba dan judi di Kota Pematang Siantar dan Kabupaten Simalungun. Dia juga kerap memberitakan bisnis hiburan malam yang diduga melanggar aturan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini