BOGOR - Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor, Bima Arya, meminta seluruh rumah sakit rujukan di wilayahnya untuk menambah jumlah ruang perawatan khusus Covid-19 di atas 30-35 persen dari total kamar tidur rumah sakit.
Hal ini menindaklanjuti surat edaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Nomor YR. 03.03 / III / 4643 / 2020 Perihal Peningkatan Pelayanan Pasien Covid-19. Salah satunya menyebutkan untuk melakukan konversi tempat tidur guna penyiapan kapasitas ruang isolasi dan ICU bagi pasien Covid-19 sesuai standar.
"Angka Covid-19 di Kota Bogor menunjukkan satu fase yang betul-betul memerlukan kerja lebih keras dari semua pihak. Lonjakan kasus Covid-19 begitu nyata. Saya garis bawahi, selain konversi tempat tidur, rumah sakit diimbau untuk menyampaikan laporan secara riil time. Target kita satu yaitu menambah fasilitas tempat tidur di rumah sakit sebesar 30-35 persen dan kedua tempat isolasi," kata Bima, saat rapat virtual dengan direktur rumah sakit se-Kota Bogor, Senin (21/6/2021).
Bima yang juga selaku Wali Kota itu menjelaskan, terkait penggunaan RS Lapangan masih dikaji. Sebab ada aturan yang harus dipatuhi.
Di samping itu, lanjut Bima, angka Bed Occupancy Rate (BOR) di Kota Bogor sudah mencapai 77,6 persen. Padahal dua pekan lalu masih di bawah 20 persen. Artinya jika tidak melakukan apa-apa, dalam waktu satu hingga dua pekan tingkat keterisian tempat tidur akan penuh.
Baca Juga : Soal Usulan Lockdown, Ridwan Kamil: Jabar Sudah Tak Ada Anggaran
Selain menambah ketersediaan tempat tidur sebesar 30 -35 persen, Pemkot Bogor akan menambah tempat isolasi untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) di Pusat Isolasi BPKP Ciawi. Ke depan, ada fasilitas isolasi ini akan terus ditambah sehingga bagi pasien dengan gejala sedang dan berat bisa difokuskan di rumah sakit.
Kepada semua Bima meminta untuk bergerak cepat. Pasalnya, kebutuhannya benar-benar mendesak dan untuk Dinas Kesehatan (Dinkes) diminta untuk melakukan pembenahan dan pengaturan sistem rujukannya. Agar pasien dapat dirujuk secara merata sehingga tidak menumpuk di satu atau dua rumah sakit.
"Kita berlomba dengan waktu jangan sampai lonjakan yang ada tidak bisa diantisipasi," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno menargetkan konversi tempat tidur sebesar 30 persen sudah dilaksanakan sampai akhir bulan Juni 2021. Sementara konversi tempat tidur isolasi sampai 35 persen diupayakan sampai pertengahan Juli 2021.
Baca Juga : Petugas Gabungan Mulai Lakukan Penyekatan di 10 Titik Jakarta
Khusus 8 RS Rujukan, sesuai SK Gubernur didorong untuk menambah tempat tidur isolasi minimal 35 persen dari total tempat tidur sesuai dengan surat dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
"Kita targetkan akhir Juni 2021 sudah terpenuhi. Untuk rumah sakit yang belum konversi tempat tidurnya 30 persen diimbau untuk segera mengonversinya," ucap Retno.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.