JAKARTA – Di era modern dan globalisasi ini banyak kesenian daerah yang terlupakan dan bahkan hilang ditelan zaman, hal itu juga terlihat di DKI Jakarta yang merayakan hari jadinya yang ke-494 pada 22 Juni 2021. Beberapa kesenian Jakarta mulai tenggelam dan tak lagi seterkenal dulu, berikut daftarnya sebagaimana dirangkum Tim Litbang MNC Portal Indonesia.
1. Ondel-Ondel
Kesenian ini memang belum sepenuhnya hilang dari Jakarta. Namun, saat ini banyak pihak yang menggunakan ondel-ondel sebagai sarana mengamen. Fakta ini lantas menyingkirkan makna ondel-ondel sebagai sebuah kesenian dan ikon Jakarta.
Padahal menurut Pergub DKI Jakarta No. 11 Tahun 2007, ondel-ondel memiliki filosofi atau makna sebagai perlambang kekuatan yang memiliki kemampuan memelihara keamanan dan ketertiban, tegar, berani tegas, jujur dan anti manipulasi.
BACA JUGA: HUT ke-494 DKI Jakarta, Yuk Berkenalan dengan Primadona Ibu Kota
2. Gambang Kromong
Dikutip dari laman Kemendikbud, gambang kromong merupakan sebuah kesenian yang disalurkan melalui media bunyi. Umumnya, gambang kromong dimainkan untuk menggambarkan ekspresi.
Pada 1930an, gambang kromong sangat populer di kalangan masyarakat Cina Peranakan atau Cina Benteng. Kemudian oleh masyarakat Betawi, gambang kromong dijadikan sarana untuk memeriahkan upacara adat seperti pernikahan dan sunatan.
BACA JUGA: DKI Jakarta Simpan 6 Situs Purbakala Prasejarah, di Mana Saja?
3. Tanjidor
Kesenian Jakarta yang satu ini sangat terkenal di kalangan orang Betawi. Menurut LIPI, tanjidor berasal dari bahasa Portugis, tangedor, artinya seseorang yang memainkan alat musik. Tradisi ini awalnya diperuntukkan untuk menghibur orang Portugis yang ada di tanah air, dan dimainkan oleh para budak untuk menghibur tuannya.
Dijelaskan lebih lanjut, saat sistem perbudakan ditiadakan pada 1860, budak-budak yang dilepaskan itu membentuk sebuah kelompok dengan nama Tanjidor. Namun, sepertinya kesenian ini sudah sangat jarang dimainkan di muka umum. Banyak generasi muda Indonesia yang tidak mengenal kesenian ini.
4. Teater Lenong dan Teater Topeng
Dikutip dari buku ‘Masyarakat dan Budaya’ teater lenong merupakan salah satu jenis bertunjukkan yang erat dengan masyarakat Betawi. Teater lenong menggunakan gambang kromong sebagai iringan musiknya dan menggunakan orkes Melayu, serta dangdut untuk musik selingannya. Namun demikian, teater lenong masih kerap dimainkan. Meskipun tidak terlalu sering.
Untuk menunjukkan di mana sebuah adegan berlangsung, teater lenong biasanya menggunakan layar atau dekor. Diperkuat dengan monolog yang menceritakan tempat dalam adegan tersebut.
Sementara itu, teater topeng lebih jarang terdengar dan dimainkan lagi. Teater ini menggunakan kliningan sebagai iringan musik dan orkes melayu, serta dangdut sebagai musik selingannya.
Berbeda dengan teater lenong, teater topeng tidak menggunakan panggung dalam pertunjukannya. Umumnya, peralatan yang digunakan pada teater ini hanya meja dan kursi. Difungsikan sebagai pembatas antara bagian depan dan belakang.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.