Tok! Habib Bahar Divonis 3 Bulan Penjara karena Aniaya Sopir Online

Antara, · Selasa 22 Juni 2021 13:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 22 525 2429041 tok-habib-bahar-divonis-3-bulan-penjara-karena-aniaya-sopir-online-o1FEt0K3BH.jpg Foto: Antara

BANDUNG - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung menjatuhkan vonis tiga bulan penjara kepada pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Tajul Alawiyin, Habib Bahar Smith terkait kasus penganiayaan sopir taksi online.

(Baca juga: Catat! Ini Instruksi Terbaru Menteri Tito Karnavian soal PPKM Mikro)

Ketua Majelis Hakim, Surachmat, mengatakan, Habib Bahar terbukti menganiaya secara bersama-sama hingga menyebabkan korban berinisial A luka-luka. Peristiwa itu sendiri terjadi pada 2018 silam.

Menurut hakim, di Bandung, Selasa, laki-laki itu telah memenuhi unsur pasal 351 jo pasal 55 KUHP yang menjadi dakwaan lebih subsider dalam perkara penganiayaan tersebut. Sedangkan hakim memutuskan Bahar dibebaskan dari dakwaan primer dan subsider yakni pasal 170 KUHP.

(Baca juga: Mengenal Abuya Syar'i, Ulama Kharismastik Berusia 154 Tahun Pemegang Golok Ciomas)

Sementara hal yang memberatkan menurut hakim yakni dia memberikan citra negatif sebagai ulama yang tidak bisa menahan emosi.

Kemudian hal yang meringankan yakni dia berlaku sopan selama persidangan. Selain itu dia juga telah berdamai dengan korban disertai juga dengan memberikan uang sebagai ganti rugi.

Terkait dengan pembelaan dari kuasa hukum, hakim menilai tidak ada unsur yang mengharuskan dia dibebaskan dari hukuman. "Permohonan itu harus ditolak, majelis hakim tidak melihat adanya unsur yang harus membebaskan," kata dia.

Menanggapi hal itu,  Ichwan Tuankotta selaku kuasa hukum Habib Bahar mengatakan, mereka menghormati putusan hakim yang bisa dikatakan tidak terlalu berat maupun juga tidak ringan.

Namun dari tim kuasa hukum sendiri masih belum memutuskan untuk menerima putusan dari hakim itu dan majelis hakim memberi waktu tujuh hari untuk menyampaikan banding. "Kami masih pikir-pikir dulu yang mulia," kata Tuankotta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini