Menlu Arab Saudi Desak Pertanggungjawaban Iran dalam Program Nuklir

Agregasi VOA, · Rabu 23 Juni 2021 14:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 23 18 2429708 menlu-arab-saudi-desak-pertanggungjawaban-iran-dalam-program-nuklir-kzHHzuCLCx.jpg Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan Al Saud. (Foto: Reuters)

WINA - Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan Al Saud pada Selasa (22/6/2021) mengatakan Iran harus “bertanggung jawab atas kegiatannya” dan memegang komitmennya pada Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Austria Alexander Schallenberg di Wina.

Faisal mengatakan ia khawatir dengan laporan IAEA mengatakan, “Masalah-masalah yang tidak diselesaikan dan pertanyaan-pertanyaan yang tidak dijawab Iran.”

BACA JUGA: Presiden Baru Iran Dukung Pembicaraan Nuklir, Tolak Bertemu Biden

Perjanjian saat ini antara Iran dan IAEA akan berakhir pada 24 Juni mendatang.

Perjanjian sementara baru di mana IAEA diizinkan mengakses lokasi nuklir Iran, hingga kini belum diumumkan.

Ditanya apakah hubungan antara Iran dan Arab Saudi dapat pulih di bawah kepemimpinan presiden baru Iran, Faisal menjawab, “Dalam hal apapun kebijakan luar negeri Iran berada di tangan pemimpin tertinggi negara itu.” Tetapi ia menambahkan Arab Saudi mendasari interaksinya pada realitas di lapangan “terlepas dari siapa pemimpinnya.”

BACA JUGA: Siapakah Ebrahim Raisi, Tokoh Garis Keras yang Akan Menjadi Presiden Baru Iran

Arab Saudi baru-baru ini memulai perundingan rahasia dengan Iran di Baghdad terkait beberapa isu yang menjadi perselisihan kedua negara.

Presiden baru Iran, Ebrahim Raisi, mengatakan Iran “tidak memiliki masalah” dengan kemungkinan pembukaan kembali Kedutaan Besar Arab Saudi di Teheran dan “tidak ada halangan untuk memulihkan hubungan kedua negara.”

Kantor kedutaan besar Arab Saudi di Iran ditutup pada 2016 seiring memburuknya hubungan Arab Saudi dan Iran.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini