Gubernur Khofifah Percepat Vaksinasi Covid-19

Lukman Hakim, Koran SI · Rabu 23 Juni 2021 20:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 23 519 2429931 gubernur-khofifah-percepat-vaksinasi-covid-19-noSTAbwHyV.jpg Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau proses vaksinasi Covid-19 (Foto : MPI)

SURABAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) terus melakukan percepatan vaksinasi guna mengendalikan kasus Covid-19 yang kini terus melonjak. Berdasarkan data Tim Satgas Penanganan Covid-19 Jatim, pada dosis vaksin pertama sudah dilakukan terhadap 4,2 juta orang. Sedangkan suntikan dosis kedua 1,8 juta orang.

“Sampai saat ini, Jatim masih menjadi provinsi yang tertinggi terhadap ketercapaian program vaksinasi. Kami terus berupaya melakukan percepatan, salah satunya yang dilakukan hari ini. Terima kasih kepada pihak membantu, dan semoga elemen maupun komunitas lainnya juga melakukan langkah serupa," kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di sela meninjau vaksinasi yang digelar salah satu aplikasi transportasi online di Surabaya, Rabu (23/6/2021).

Orang nomor satu di Jatim ini menambahkan, Tim Satgas Covid-19 Jatim rutin melakukan kontrol dan evaluasi terhadap capaian vaksinasi. Diantaranya, mendata 10 daerah tertinggi dan 10 daerah terendah.

Selanjutnya mendorong kabupaten/kota yang belum maksimal capaiannya agar lebih dimasifkan.

“Menghadapi kasus Covid-19 yang kini melonjak, maka yang harus dilakukan adalah percepatan vaksinasi serta penebalan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro,” ujar Khofifah.

Baca Juga : Kasus Covid-19 Pecah Rekor! Positivity Rate Harian Capai 49,07%

Khofifah mengungkapkan, ada kecenderungan kasus Covid-19 naik pasca liburan. Kenaikan kasus ini tidak hanya terjadi di Jatim. Tapi juga di daerah lain di Indonesia. Selain libur lebaran, kenaikan kasus Covid-19 juga dipicu acara hajatan yang mengabaikan protokol kesehatan (prokes).

“Salah satu pengendalian Covid-19 adalah membangun imunitas berbasis komunitas atau herd immunity. Secara teoritik ini bisa terbangun kalau minimal 70% masyarakatnya sudah tervaksinasi," ujar Khofifah.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini