ADDIS ABABA - Serangan udara menewaskan setidaknya 43 orang di Kota Togoga di Wilayah Tigray. Ethiopia pada Selasa (22/6/2021), kata pejabat medis kepada Reuters. Laporan ini muncul setelah pertempuran baru berkobar dalam beberapa hari terakhir di ibu kota regional Makelle.
Juru bicara militer Ethiopia Kolonel Getnet Adane tidak mengonfirmasi atau menyangkal insiden tersebut. Dia mengatakan serangan udara adalah taktik militer yang umum dan pasukan pemerintah tidak menargetkan warga sipil.
BACA JUGA: PBB: 350 Ribu Orang di Tigray, Ethiopia, Terancam Bencana Kelaparan
Menurut kesaksian warga, bom menghantam pasar di Togoga sekira pukul 1 siang.
"Kami tidak melihat pesawat itu, tetapi kami mendengarnya," kata seorang wanita kepada Reuters, Rabu (23/6/2021).
"Ketika ledakan terjadi, semua orang berlarian keluar. Setelah beberapa saat kami kembali dan mencoba untuk mengambil yang terluka". Dia mengatakan bahwa suaminya dan putrinya, yang baru berusia 2 tahun, terluka dalam serangan itu.
Wanita itu mengatakan pasar telah penuh dengan keluarga, dan dia tidak melihat adanya angkatan bersenjata di daerah itu. "Banyak, banyak" orang telah terbunuh, katanya. Reuters tidak dapat memverifikasi kesaksiannyanya secara independen. Dia dan sumber lain meminta untuk tidak disebutkan namanya karena takut akan pembalasan.
BACA JUGA: Laporan Ungkap Pembantaian Massal oleh Pasukan Eritrea di Kota Suci Ethiopia
Pejabat medis mengkonfirmasi setidaknya 43 kematian, mengutip saksi dan responden pertama.
Seorang juru bicara Perdana Menteri Abiy Ahmed dan kepala satuan tugas pemerintah di Tigray tidak menanggapi permintaan komentar.