Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres sangat khawatir dengan laporan korban sipil, demikian disampaikan juru bicara PBB Stephane Dujarric kepada wartawan di New York.
"Kami telah meminta akses ke daerah itu untuk menilai situasi dan melihat bagaimana kami dapat memberikan bantuan," kata Dujarric. "Situasi di daerah itu tetap sangat, sangat tidak stabil."
Serangan udara itu terjadi ketika para pejabat Ethiopia menghitung surat suara dari pemilihan parlemen nasional dan regional yang diadakan minggu ini di tujuh dari 10 wilayah negara itu.
Tidak ada pemungutan suara yang diadakan di Tigray, di mana militer bertempur dengan pasukan separatis Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF), sejak November. Kekhawatiran keamanan dan masalah surat suara juga menunda pemungutan suara di dua wilayah lainnya.
(Rahman Asmardika)