Pendeta Gereja Ortodoks Masuk Rumah Sakit Jiwa Usai Siram Air Keras ke Uskup

Susi Susanti, Koran SI · Jum'at 25 Juni 2021 07:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 25 18 2430642 pendeta-gereja-ortodoks-masuk-rumah-sakit-jiwa-usai-siram-air-keras-ke-uskup-Af0TZVmldj.jpg Polisi berjaga-jaga di tempat kejadian perkara di Gereja Ortodoks Yunani (Foto: CNN)

ATHENA - Seorang pendeta ortodoks Yunani berusia 37 tahun ditahan setelah diduga menyiram air  keras yang melukai 10 orang pada pertemuan para uskup senior.

Menurut juru bicara polisi Yunani Anna Efthymiou, dia telah dipindahkan ke rumah sakit jiwa Athena dan berada di bawah penjagaan polisi.

Tujuh anggota senior Gereja Ortodoks Yunani dan tiga orang lainnya dirawat di rumah sakit karena luka bakar setelah serangan pada Rabu (23/6) tersebut.

Beberapa laporan di media Yunani melaporkan imam yang tidak disebutkan namanya itu dituduh melakukan pelanggaran terkait narkoba dan menghadapi sidang disipliner atas dugaan perilakunya.

Polisia mengatakan seorang petugas polisi yang membantu menahan tersangka mengalami luka ringan, begitu pula seorang pengacara dan ketua pendeta.

(Baca juga: Korut: Pertemuan dengan AS Hanya Buang-Buang Waktu)

Para korban telah dirawat karena luka bakar dan beberapa telah dipulangkan dari rumah sakit. Tersangka menghadapi tuduhan perilaku yang mengganggu.

"Ketika pendeta meninggalkan desa dan kami membersihkan rumah tempat dia tinggal, jarum suntik dan zat ditemukan," kata Spyros Kotsiadis, seorang pemimpin komunitas di desa Agia Varvara, dikutip saluran TV Yunani Skai.

Agia Varvara berada di dekat kota utara Veria, tempat imam ditempatkan. Kotsiadis mengatakan pria itu berulang kali meminjam uang dari anggota masyarakat yang tidak dikembalikan.

Dia menambahkan jika pendeta itu diduga mengancam seorang pendeta yang menggantikannya di desa. Pendeta itu akan bersaksi di depan jaksa pada Kamis (24/6) waktu setempat, setelah serangan itu.

(Baca juga: Sengketa Kapal yang Terjebak di Terusan Suez Capai Kesepakatan Awal)

Sidang itu ditunda sampai kondisi psikologisnya dapat dinilai. Otoritas Yunani menyatakan bahwa dia tidak dalam posisi yang baik untuk bersaksi saat ini.

Berkas perkara polisi belum dikirim ke kejaksaan, sehingga tuntutan resmi belum diajukan.

Menteri Kesehatan Yunani Vasilis Kikilias menggambarkan serangan itu sebagai "peristiwa tragis."

Presiden Yunani Katerina Sakellaropolou juga langsung berkomentar di Twitter. "Saya mengungkapkan rasa jijik saya atas insiden yang belum pernah terjadi sebelumnya ini dan berharap para korban cepat pulih,” cuitnya.

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini