751 Makam Ditemukan di Sekolah Asrama

Susi Susanti, Koran SI · Jum'at 25 Juni 2021 09:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 25 18 2430699 751-makam-ditemukan-di-sekolah-asrama-8Int2uF0Ld.jpg 751 makam tak bertanda ditemukan di sekolah asrama di Kanada (Foto: Reuters)

KANADA - Sebuah wilayah adat di Kanada mengatakan telah menemukan 751 kuburan tak bertanda di lokasi bekas sekolah asrama di Saskatchewan.

The Cowessess First Nation mengatakan penemuan itu "yang paling signifikan hingga saat ini di Kanada".

Penemuan ini terjadi beberapa minggu setelah sisa-sisa 215 makam anak ditemukan di sekolah asrama serupa di British Columbia.

"Ini bukan kuburan massal. Ini kuburan tak bertanda," kata Kepala Cowessess, Cadmus Delorme.

Marieval Indian Residential School dioperasikan oleh Gereja Katolik Roma dari 1899 hingga 1997 di daerah Cowessess yang sekarang terletak di tenggara Saskatchewan. Belum jelas apakah semua sisa-sisa makam itu terkait dengan sekolah.

Sekolah asrama ini adalah salah satu dari lebih dari 130 sekolah asrama wajib yang didanai oleh pemerintah Kanada dan dijalankan oleh otoritas keagamaan selama abad ke-19 dan ke-20 dengan tujuan mengasimilasi pemuda pribumi.

(Baca juga: KBRI Panama City Bantu Repatriasi ABK WNI yang Meninggal)

Diperkirakan 6.000 anak meninggal saat bersekolah di sekolah-sekolah ini, sebagian besar karena kondisi kesehatan yang tidak bersih di dalamnya. Siswa sering ditempatkan di fasilitas yang dibangun dengan buruk, pemanas yang buruk, dan tidak bersih.

Pelecehan fisik dan seksual di tangan otoritas sekolah membuat orang lain melarikan diri.

Bulan lalu, Cowessess mulai menggunakan radar penembus tanah untuk menemukan kuburan tak bertanda di pemakaman Marieval Indian Residential School di Saskatchewan. Pengumuman pada Kamis (24/6) ini menandai fase pertama dari upaya pencarian.

Kepala Delorme mengatakan mungkin ada penanda untuk kuburan pada satu titik tetapi gereja Katolik Roma, yang mengawasi kuburan, mungkin telah menghapusnya. Cowessess First Nation "optimis" gereja akan bekerja sama dengan mereka dalam penyelidikan lebih lanjut.

(Baca juga: Jari-Jari Kecil dan Teriakan Tuntun Penyelamatan Anak Laki-Laki yang Terperangkap di Reruntuhan Gedung)

Dia menjelaskan belum ditentukan apakah semua kuburan tak bertanda itu milik anak-anak. Tim teknis sekarang akan bekerja untuk memberikan nomor yang diverifikasi dan mengidentifikasi jenazah.

Terkait hal ini, melalui sebuah pernyataan, Perdana Menteri Justin Trudeau mengatakan dia "sangat sedih" dengan penemuan di Saskatchewan. Dia mengatakan itu adalah "pengingat yang memalukan dari rasisme sistemik, diskriminasi, dan ketidakadilan yang dihadapi masyarakat adat".

Seperti diketahui, antara 1863 dan 1998, lebih dari 150.000 anak pribumi diambil dari keluarga mereka dan ditempatkan di sekolah-sekolah ini di seluruh Kanada.

Anak-anak sering kali tidak diizinkan untuk berbicara dalam bahasa mereka atau mempraktikkan budaya mereka, dan banyak yang diperlakukan dengan buruk dan dilecehkan.

"Mereka membuat kami percaya bahwa kami tidak memiliki jiwa," kata mantan siswa sekolah asrama Florence Sparvier pada konferensi pers pada Kamis (24/6).

“Mereka merendahkan kami sebagai manusia, jadi kami belajar untuk tidak menyukai siapa kami,” lanjutnya.

Sebuah komisi yang diluncurkan pada 2008 untuk mendokumentasikan dampak dari sistem ini menemukan sejumlah besar anak-anak adat tidak pernah kembali ke komunitas asal mereka. Laporan penting komisi itu mengatakan praktik itu sama dengan genosida budaya.

Pada 2008, pemerintah Kanada secara resmi meminta maaf atas sistem tersebut.

Sementara itu, Gereja Katolik Roma - yang bertanggung jawab atas pengoperasian hingga 70% sekolah asrama - belum mengeluarkan permintaan maaf resmi.

Penemuan 215 jenazah anak-anak pada Mei lalu di lokasi bekas sekolah asrama di Kamloops telah menyoroti kebijakan asimilasi paksa Kanada di masa lalu.

Para pemimpin adat mengharapkan temuan serupa saat pencarian situs kuburan berlanjut, dibantu oleh dana baru dari pemerintah federal dan provinsi.

Kota-kota di provinsi British Columbia, Saskatchewan dan New Brunswick telah membatalkan perayaan Hari Kanada yang akan datang pada 1 Juli sebagai bentuk protes, dan patung-patung tokoh yang terlibat dengan sekolah asrama, termasuk Perdana Menteri Kanada pertama John A Macdonald, telah dirusak atau dipindahkan di seluruh wilayah.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini