Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cerita Si Kapuk dan Si Kumbang, Dua Macan Gaib Peliharaan Sultan Banten

Doddy Handoko , Jurnalis-Jum'at, 25 Juni 2021 |08:04 WIB
Cerita Si Kapuk dan Si Kumbang, Dua Macan Gaib Peliharaan Sultan Banten
Ilustrasi (Foto:WWF)
A
A
A

Ismet menambahkan, kedua pasutri itu kembali lagi dan meminta tolong pada ayahnya di masjid Agung Banten.

"Ayah saya kemudian masuk ke makam, ziarah sebentar, membawa air wasiat lalu diminumkan ke perempuan itu. Ajaib, seketika langsung bisa bicara," imbuhnya.

Peristiwa gaib lain dilihat oleh kakak saya. Suatu malam, kakak saya melihat ada jamaah sholat pakai baju putih-putih di depan keraton Surosowan. Jamaah itu jalan ke sungai Kepandean lalu hilang.

Seperti diketahui, serangan tiba-tiba yang dilakukan Daendels ke Kesultanan Banten buntut dari sikap Sultan yang menolak mengirimkan seribu pekerja paksa setiap harinya ke Batavia untuk membangun pangkalan angkatan laut di Ujung Kulon.

Baca juga: Apakah Masih Terpendam Harta Kesultanan Banten Setelah Diangkut Daendels?

Sebelumnya, para pekerja rodi banyak yang tewas karena terkena hama beracun dan penyakit malaria lantaran lokasi pengkalan angkatan laut tersebut berada di rawa-rawa.

Keadaan ini membuat Daendels marah dan menuduh Mangkubumi Wargadiraja sebagai biang keladi larinya pekerja-pekerja itu. Dia pun meminta Kesultanan Banten menyerahkan Patih Mangkubumi Wargadiraja ke Batavia.

Kemudian, Sultan diminta supaya segera memindahkan keratonnya ke daerah Anyer, karena Surosowan akan dijadikan benteng Belanda.

Baca juga: Peristiwa 28 Juli: Meninggalnya Pahlawan Indonesia Abdul Rahman Saleh

(Fakhrizal Fakhri )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement