Kasus pembunuhan Floyd oleh Chauvin, berawal saat Chauvin menindih leher Floyd selama lebih dari 9 menit hingga ia meregang nyawa akibat Asphyxia atau kehabisan oksigen.
Diberitakan New York Times, Chauvin masih menindih leher Floyd bahkan setelah Floyd kehilangan kesadaran. Peristiwa tersebut menyulut demonstrasi besar-besaran di AS.
Dugaan kuat modus pembunuhan Floyd bersumber pada satu hal, yakni masalah rasialisme. Ribuan orang turun ke jalan untuk menyerukan kecaman terhadap rasialisme, menuntut keadilan atas kematian Floyd dan orang-orang kulit hitam di AS lainnya, membangkitkan kembali gerakan #BlackLivesMatter.
Gerakan itu,tidak hanya berlangsung di AS, tetapi terjadi di berbagai negara di dunia dari Eropa hingga Asia.
(Sazili Mustofa)