Puluhan Orang Jadi Korban Penipuan Arisan Online di Malang, Kerugian Rp1,5 Miliar

Avirista Midaada, Okezone · Selasa 29 Juni 2021 07:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 29 519 2432375 puluhan-orang-jadi-korban-penipuan-arisan-online-di-malang-kerugian-rp1-5-miliar-5W6DQ8FBtn.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

NA meyakinkan korbannya bisa melipatgandakan uang pun memberikan iming - iming yang sama, kepada para orang yang menginvestasikan uangnya untuk mengikuti arisan online tersebut. NA bahkan juga memberikan foto KTP kepada FD, RCF, dan DV, serta beberapa nasabahnya.

"Iming - imingnya dapat uang lebih, misalkan kita dikasih Rp300 ribu, baliknya Rp500 dalam jangka waktu beberapa hari," katanya.

Dari penuturan FD, terdapat setidaknya ada sekitar lebih dari 50 orang yang mengikuti arisan online ini. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Malang, Jakarta, hingga Yogyakarta, total estimasi kerugian mencapai Rp1,5 miliar.

"Kalau saya pribadi rugi Rp7 juta, total ada 50 orang lebih, beda - beda kota itu, total Rp1,5 miliar sejak Januari itu. Kalau yang kami tiga orang di Malang, yang di Jakarta sama Jogja, sudah ada yang lapor katanya," kata dia.

Namun kini, ia tak tahu harus bagaimana, NA hilang tanpa kabar dirinya juga tak bisa ditelepon dan dikirim pesan Whatsapp sejak 26 Juni 2021. Bahkan, ia sempat mendatangi rumah NA yang ada di KTP, namun ternyata rumah tersebut sudah dijual lama dan pindah.

Admin penyelenggara arisan yang dikelola NA pun tak tahu menahu keberadaan NA, sedangkan sang pacar yang diketahui tinggal satu rumah dengan NA ternyata malah mengaku juga menjadi korban penipuan, uangnya dibawa kabur oleh NA.

FD pun telah mencari ke rumah orangtuanya dan hasilnya sang orangtua tak mau dengan permasalahan yang dialami anaknya. Tak kunjung mendapat kejelasan akhirnya FD mencoba memberanikan diri mengadukan ke Polresta Malang Kota.

"Dia pada hari itu 26 kemarin saya dapat kabar NA ini enggak ada kabar, ditelepon nggak bisa di Whatsapp nggak bisa, saya sih belum curiga anggapannya 1 x 24 jam, tapi yang lain sudah banyak yang bingung. Satu hari lebih saya baru komunikasi. Saya cari di rumahnya nggak ada, sampai akhirnya lapor," jelasnya.

Sementara itu, korban lainnya DV, perempuan berusia 25 tahun ini mengaku harus kehilangan uang Rp15 juta yang sampai hari ini belum ada kabarnya kemana. Ia rela memberikan uangnya kepada NA setelah dirinya menerima pemberian uang dari hasil keuntungan arisan online.

"Dapatnya bergilir, setor Rp2 - 3 jutaan, sudah balik modal sudah Rp5 juta, tapi saya tambahi lagi ini kerugian saya sampai Rp15 juta. Saya kan tahunya dari online, cara komunikasi, bukti transfernya itu sudah rapi gitu, kalau orang lihat sekilas dari Instagramnya itu bahkan ngasih tahu tertulis alamatnya, tertulis kerjaannya apa, backgroundnya apa, tertulis semua jelas disitu. Instagramnya arisan cuan mlg," beber dia.

Hal serupa dialami mahasiswa berinisial RCF yang juga kehilangan uang Rp5.035.000 yang disetorkan ke NA dengan iming - iming bakal berlipat keuntungan. Apalagi, ia sempat mendapat uang arisan 5 - 10 kali dengan modal awal yang disetorkannya Rp1.600.000.

"Iya sudah dapat beberapa kali, seingat saya 5 - 10 kali, modal awal 1.600.000," pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini