Kuburan Tak Bertanda 182 Orang Pribumi Ditemukan di Dekat Sekolah Katolik Kanada

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 01 Juli 2021 10:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 01 18 2433645 kuburan-tak-bertanda-182-orang-pribumi-ditemukan-di-dekat-sekolah-katolik-kanada-VLa4NSjU5J.JPG Foto: Reuters.

OTTAWA - Sebuah kelompok pribumi Kanada mengatakan 182 kuburan tak bertanda telah ditemukan di wilayah Pedalaman Selatan Provinsi British Columbia, Kanada. Ini adalah penemuan ketiga dalam dua bulan terakhir yang terjadi di dekat bekas sekolah Katolik.

Situs pemakaman terbaru ini terletak di bekas Sekolah Misi St. Eugene yang dikelola Gereja Katolik, demikian diumumkan Suku Indian Lower Kootenay pada Rabu (30/1/2021).

BACA JUGA: Buntut Penemuan Kuburan Massal Anak-Anak Pribumi, 4 Gereja Katolik Dibakar

Komunitas aq'am – atau Suku Indian St. Mary – yang berbasis di dekat kota Cranbrook membuat penemuan mengerikan setelah menggunakan peralatan pendeteksi radar, yang tampaknya menunjukkan adanya kuburan sekira satu meter di bawah permukaan tanah.

Pekan lalu, komunitas adat lainnya mengumumkan penemuan 751 kuburan tak bertanda di sebuah sekolah Katolik di Provinsi Saskatchewan. Penemuan itu terjadi setelah sisa-sisa jasad 215 anak suku pribumi, beberapa berusia tiga tahun, ditemukan di sekolah Katolik lain di British Columbia pada Mei.

BACA JUGA: 751 Makam Ditemukan di Sekolah Asrama

Menurut Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi, sebuah badan yang dibentuk untuk mendokumentasikan sejarah siswa pribumi di sekolah-sekolah Kanada, sekolah St. Eugene's, yang sekarang menjadi kasino dan resor, dijalankan oleh Gereja Katolik dari 1890 hingga 1970-an.

Pusat Dialog dan Sejarah Sekolah Perumahan Indian mengatakan sekolah itu sering dilanda wabah influenza, gondok, campak, cacar air, dan TBC.

Sebanyak 100 orang dari Lower Kootenay Band telah dipaksa untuk menjadi siswa institusi tersebut, kata kelompok itu.

“Dipercayai bahwa sisa-sisa dari 182 jiwa ini berasal dari anggota Bands of the Ktunaxa Nation (Suku Ktunaxa), komunitas First Nations tetangga dan komunitas aq'am,” kata komunitas tersebut dalam sebuah pernyataan sebagaimana dilansir RT.

Lebih dari 150.000 anak pribumi diminta untuk menghadiri sekolah negeri Katolik di Kanada dari tahun 1870-an hingga 1997.

Pada 2015, sebuah laporan oleh komisi tersebut mengatakan asimilasi paksa pemerintah terhadap siswa pribumi dan sistem itu sendiri dapat digambarkan sebagai 'genosida budaya'.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini