Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement
898

Konon Kabarnya, Ratu Belanda Wilhelmina Pernah Jatuh Cinta pada Sultan Siak Syarif Kasim II

Doddy Handoko , Jurnalis-Jum'at, 02 Juli 2021 |07:08 WIB
Konon Kabarnya, Ratu Belanda Wilhelmina Pernah Jatuh Cinta pada Sultan Siak Syarif Kasim II
Ratu Belanda Wilhelmina.(Foto:Istimewa)
A
A
A

RATU Wilhelmina (Wilhelmina Helena Pauline Marie van Orange-Nassau) lahir 31 Agustus 1880, meninggal 28 November 1962 pada umur 82 tahun, Putri Orange-Nassau, adalah Ratu Belanda sejak 1890-1948. Ia juga Ibu Suri (dengan sebutan Putri) sejak 1948 - 1962.

Wihelmina memimpin Belanda selama lebih dari 50 tahun. Kekuasannya menjadi saksi seperti Perang Dunia I dan Perang Dunia II, Krisis Ekonomi tahun 1933. Selain itu juga, kejatuhan Belanda sebagai penguasa kolonial di Hindia Belanda.

Dihimpun dari berbagai sumber, konon kabarnya Ratu Wilhelmina pernah jatuh cinta pada Sultan Sultan Syarif Kasim II, penguasa dari kerajaan Siak di Riau.

Sultan Syarif Kasim II naik tahta pada 13 Maret 1915 di usia 21 tahun untuk menggantikan sang ayah yang wafat 1908. Ia memiliki darah Arab yang mengalir ditubuhnya, perawakannya tegap, gagah, rapi, berkharisma.

Baca Juga: Kisah Ratu Belanda Juliana Tanda Tangan Naskah Pengakuan Kedaulatan

Awal pertemuan mereka, saat sang ratu berkunjung ke Istana Siak Sri Indrapura. pada momen Sultan menjabat, pada saat itulah Ratu Wilhelmina jatuh hati pada Sultan Syarif Kasim II.

Sultan juga diundang secara pribadi untuk menghadiri penobatan ratu Wilhelmina, Sultan mendapat penghormatan tersendiri yang lebih dibandingkan tamu-tamunya yang lain.

Ratu Wilhelmina kembali mengundang Sultan Syarif Kasim secara pribadi pada perayaan pesta ulang tahunnya. Sultan mendapat sambutan yang luar biasa meriah.

Ratu juga sempat meminta agar sang sultan membuat patung dirinya untuk disimpan di Belanda. Sebagai gantinya, ia turut mengirim patung dirinya untuk disimpan di istana Siak Sri Indrapura sebagai kenang-kenangan. Keduanya juga sering bertukar kado.

Namun perbedaan yang menyolok seperti perbedaan agama, adat, bangsa, membuat Sultan mundur secara halus dan perlahan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement