Anak keduanya tersebut menceritakan bahwa kakaknya S di ajak bermain petak umpet oleh beberapa teman laki-laki sebayanya di rumah yang sedang dibangun.
"Katanya anak saya, itu diajak main petak umpat, didorong atau ditarik ke kamar terus dicabuli sama temannya," kata D saat ditemui di Koja, Jumat (2/7/2021).
Mendengar cerita putri keduanya tersebut. Lalu ayah korbanpun langsung berusaha mendatangi atau memergoki bocah yang mencabuli anak perempuannya. Namun, bocah tersebut langsung melarikan diri dari pintu lain.
DA pun mencoba untuk menanyakan kepada S, seperti yang diceritakan anak keduanya kepadanya. Hingga akhirnya Spun mengakui bahwa dirinya telah berkali-kali dicabuli oleh temannya.
"Awalnya nggak mau ngaku. Tapi akhirnya dia cerita sama saya, akhirnya ngaku kalau ada tiga temannya yang menjadi pelaku pencabulan," tutur DA.
Dikatakan DA, putrinya menyebutkan inisial R (12), D (12), dan B (14) yang telah berkali-kali mencabulinya hingga alat vitalnya mengalami kerusakan yang cukup parah berdasarkan keterangan visum.
Dari kejadian tersebut, DA langsung melapor ke pengurus RT dan RW. Disini pengurus menyarankan kepadanya untuk jalur damai atau diselesaikan secara kekeluargaan.
Akan tetapi, DA akhirnya melaporkan peristiwa ini ke Polda Metro Jaya pada tanggal 20 April 2021. Hingga pada akhirnya, kasus ini langsung di limpahkan ke Polres Metro Jakarta Utara.
(Sazili Mustofa)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.