Puluhan Tenaga Kesehatan di Kabupaten Jember Terapar Covid-19

Antara, · Selasa 06 Juli 2021 22:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 06 519 2436607 puluhan-tenaga-kesehatan-di-kabupaten-jember-terapar-covid-19-c3kxCEnhAv.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

Sementara itu, di RSD dr Soebandi Jember tercatat jumlah tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 34 orang baik yang dirawat maupun isolasi mandiri di rumah.

"Tenaga kesehatan yang dirawat sampai Juli 2021 sebanyak empat orang dan yang isolasi mandiri sebanyak 29 orang," kata Plt. Wakil Direktur SDM dan Pendidikan RSD dr Soebandi Jember drg Arief Setiyoargo.

Ia menjelaskan tenaga kesehatan di rumah sakit milik Pemkab Jember yang terpapar Covid-19 secara kumulatif sejak Maret 2020 hingga Juni 2021 sebanyak 219 orang.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk disiplin mematuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker yang benar, mencuci tangan setelah kontak dengan benda di sekitar, jaga jarak, dan menjauhi kerumunan agar tidak terpapar Covid-19," tuturnya.

Arif juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi kebijakan pemerintah dalam pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk menekan penyebaran virus Corona.

Sementara berdasarkan data Dinas Kesehatan sejak Maret 2020 hingga pertengahan Juni 2021 tercatat jumlah tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 sebanyak 548 tenaga kesehatan dan dua dokter di antaranya meninggal dunia yakni dokter umum dan spesialis obgyn.

Tenaga kesehatan menjadi garda terdepan dalam menangani pasien Covid-19 yang trennya semakin meningkat, namun informasi yang dihimpun di lapangan insentif tenaga kesehatan selama beberapa bulan belum dicairkan oleh pemerintah.

Selain itu, pemerintah juga belum membayar tepat waktu klaim tunggakan rumah sakit yang merawat pasien Covid-19, sehingga berdampak terganggunya arus kas (cashflow) rumah sakit di saat jumlah pasien yang terkonfirmasi positif yang menjalani perawatan meningkat.

Stok alat pelindung diri (APD) tenaga kesehatan di sejumlah rumah sakit seperti di RS Paru Jember juga mulai menipis seiring dengan jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit setempat juga meningkat.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini