Share

Jelang Olimpiade, Jepang Kembali Berlakukan Keadaan Darurat Covid di Tokyo

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 08 Juli 2021 11:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 08 18 2437414 jelang-olimpiade-jepang-kembali-berlakukan-keadaan-darurat-covid-di-tokyo-cvrDZEVL4G.JPG Foto: Reuters.

TOKYO – Pemerintah Jepang pada Rabu (7/7/2021) mengumumkan keadaan darurat baru di Tokyo menyusul peningkatan kasus Covid-19. Langkah ini diambil kurang dari tiga pekan sebelum ibu kota Jepang itu menjadi tuan rumah Olimpiade.

“Langkah-langkah tersebut akan diterapkan di Wilayah Tokyo mulai 12 Juli hingga 22 Agustus,” kata Perdana Menteri Yoshihide Suga dalam pengumumannya pada Rabu sebagaimana dilansir RT.

BACA JUGA: Setelah 3.000 Tahun Berlalu, Penyebab Kematian Pria Ini Akhirnya Terungkap

Suga mengatakan jumlah orang di Tokyo yang terinfeksi Covid-19 terus meningkat, dan langkah-langkah darurat, yang lebih longgar dari penguncian penuh (total lockdown), akan membantu mengendalikan penyebaran virus dan mengurangi tekanan pada rumah sakit yang sudah berjuang untuk menyediakan cukup makanan. tempat tidur.

Kepada wartawan Suga mengatakan bahwa dia akan "mengambil semua tindakan yang mungkin" untuk mencegah penyebaran virus lebih lanjut.

BACA JUGA: 28 Atlet Indonesia Berangkat ke Olimpiade Tokyo 2020, Menpora: Anda Mewakili 200 Juta Warga 

Pada Rabu, Tokyo melaporkan 920 kasus baru Covid-19, total harian tertinggi sejak 13 Mei.

Keadaan darurat juga telah diperpanjang ke Prefektur Okinawa, sementara tindakan kuasi-darurat untuk prefektur Osaka, Saitama, Chiba dan Kanagawa juga akan diperpanjang hingga 22 Agustus.

Keputusan resmi tentang keadaan darurat Tokyo akan diumumkan pada Kamis (8/7/2021) setelah pertemuan para ahli kesehatan.

Tokyo akan menjadi tuan rumah Olimpiade dari 23 Juli hingga 8 Agustus – setahun lebih lambat dari yang direncanakan karena penundaan yang disebabkan oleh pandemi – tetapi ada penentangan publik yang luas terhadap acara olahraga besar dan kampanye domestik agar Olimpiade dibatalkan.

Sejumlah media melaporkan pada Rabu bahwa Olimpiade kemungkinan akan berlangsung tanpa penonton, meskipun pengumuman Suga tidak mengkonfirmasi hal ini.

Kyodo News, mengutip sumber senior pemerintah, mengatakan bahwa Olimpiade akan diadakan secara tertutup.

Penyelenggara Olimpiade telah memberlakukan batasan ketat pada Olimpiade, termasuk melarang penonton luar negeri dan membatasi jumlah penggemar hingga 10.000 atau setengah dari kapasitas masing-masing venue.

Beberapa dari 11.000 atlet dari 200 negara peserta Olimpiade sudah mulai berdatangan di Jepang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini