Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Kandang Buaya dan Terowongan Sunan Kalijaga di Tepi Bengawan Solo

Agregasi Solopos , Jurnalis-Minggu, 11 Juli 2021 |10:56 WIB
Kisah Kandang Buaya dan Terowongan Sunan Kalijaga di Tepi Bengawan Solo
Punden Butuh. (Foto: Solopos)
A
A
A

“Eyang saya dulu Eyang Cokro. Kemudian turun Mbah Kertoijoyo, kemudian turun Mbah Soijoyo. Lalu ke ibu saya yang melahirkan saya. Kalau di bawah pohon trembesi itu ada kedung tetapi tidak dalam. Yang agak dalam di Kedung Jawa. Nah, kandang buaya itu ada di dekat Kedung Jawa itu,” papar Sudarmanto saat berbincang dengan Solopos , Sabtu (10/7/2021).

“Sekilas air yang mengalir itu tenang dan dalam, tetapi saat dijajaki ternyata dangkal dan kalau dilewati seperti ada pasirnya. Tetapi kadang-kadang juga dalam karena aslinya dalam,” sambungnya.

Seorang warga di Butuh, Banaran, Sambungmacan, Sragen, Priyanto, menyampaikan Joko Tingkir pernah singgah di Butuh Cemeng karena di sana ada budhenya. Perjalanan Joko Tingkir itu terus ke atas hingga bertemu bapaknya Kebo Kenanga di Butuh, Gedongan, Plupuh.

Bayan Kajungan, Cemeng, Suyono, (52 tahun), menyebut banyak tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah dari cerita-cerita simbah-simbah dahulu. Di antarnya seperti makam Mbah Pangeran di Dukuh Bangunrejo, Punden Kiai Srenggi, Punden Kedung Bagong, punden Kedung Kendang, Kedung Seret, dan seterusnya.

Terowongan Sunan Kalijaga

Di Kedung Seret itu dulunya ada terowongan bawah tanah yang dibangun Sunan Kalijaga yang tembus sampai punden Kiai Srenggi. 

“Terowongan itu tidak kelihatan karena di dalam tanah. Saat air Bengawan Solo banjir maka seperti ada pusaran air yang kemungkinan masuk ke terowongan bawah tanah itu. Dulu jalan masuk ke Punden Kiai Srenggi itu ada batu-batuan berbentuk seperti katak berjajar tetapi sekarang sudah tidak ada,” ujarnya.

Dia menerangkan Kiai Srenggi itu berwujud buaya besar yang baik hati karena bisa menjadi jembatan bagi warga yang menyeberangi Bengawan Solo.

Bayan Suyono tidak memahami apakah Kiai Srenggi di Cemeng itu ada kaitannya dengan Kiai Srenggi di Sragen karena ada kesamaan nama.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement