Share

Vaksin Covid Johnson&Johnson Sebabkan Sindrom Berbahaya, FDA Keluarkan Peringatan

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 13 Juli 2021 11:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 13 18 2439813 vaksin-covid-johnson-johnson-sebabkan-sindrom-berbahaya-fda-keluarkan-peringatan-pkT2Q2P0qN.JPG Foto: Reuters.

WASHINGTON - Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah memperingatkan bahwa vaksin Covid-19 dosis tunggal Johnson & Johnson dapat menyebabkan sindrom Guillain-Barre, gangguan auto-imun langka yang menyerang saraf dan dapat mengakibatkan kelumpuhan.

Menurut keterangan FDA pada Senin (12/7/2021), sindrom Guillain-Barre telah terdeteksi pada sekira 100 orang yang baru saja menerima suntikan vaksin Johnson & Johnson, dan 95 dari kasus tersebut memerlukan rawat inap. FDA juga melaporkan seorang penerima vaksin Johnson & Johnson meninggal karena gangguan tersebut, meski tidak memberikan keterangan lebih lanjut.

BACA JUGA: Satu Dosis Vaksin Johnson & Johnson Diklaim Efektif Lawan Varian Delta Covid-19 

Kebanyakan dari pasien adalah laki-laki berusia 50 dan lebih tua, dan gejala berkembang di sebagian besar kasus dalam waktu enam minggu setelah mereka divaksinasi terhadap Covid-19, menurut Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat. Sekira 12,8 juta orang Amerika Serikat (AS) telah diinokulasi dengan suntikan Johnson & Johnson.

BACA JUGA: Amerika Tangguhkan Vaksin Johnson & Johnson Usai Muncul Kasus Serius

Dalam pernyataannya, pihak Johnson & Johnson menyatakan dukungan terkait "peningkatan kesadaran" dari "tanda dan gejala kejadian langka" dari vaksin mereka untuk memastikan identifikasi bisa dilakukan dengan cepat dan pengobatan dilakukan dengan benar.

“Risiko tertular Guillain-Barre setelah menerima vaksinasi 'melebihi tingkat latar belakang dengan tingkat kecil',” kata perusahaan itu sebagaimana dilansir RT. Ini berarti sedikit lebih tinggi daripada rata-rata terjadinya gangguan tersebut.

Johnson & Johnson juga mendukung vaksinnya sebagai “alat penting dalam perang global melawan Covid-19,” mencatat keuntungan dari suntikan yang hanya membutuhkan satu dosis. Tetapi peringatan FDA yang baru menandai kemunduran lain untuk vaksin yang sementara dihentikan penggunaannya pada bulan April karena kekhawatiran bahwa itu dapat menyebabkan pembekuan darah yang berbahaya.

FDA mengatakan bukti adanya hubungan antara vaksin Johnson & Johnson dan sindrom Guillain-Barre “tidak cukup untuk membangun hubungan sebab akibat”. Badan tersebut mengatakan bahwa berdasarkan evaluasi semua data yang tersedia, manfaat dan potensi yang diketahui lebih besar dari risiko potensial yang diketahui.

FDA menyarankan penerima vaksin Johnson & Johnson untuk segera mencari perhatian medis jika mereka mengalami salah satu gejala, yaitu: lemas atau sensasi kesemutan, terutama di kaki atau lengan; kesulitan berjalan; kesulitan dengan kontrol kandung kemih atau fungsi usus; penglihatan ganda atau ketidakmampuan untuk menggerakkan mata; atau kesulitan dengan gerakan wajah, seperti berbicara, mengunyah dan menelan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini