Ciptakan Petani Baru Dari Unsur FKPPI, Mentan SYL: Bertani Itu Keren

Fitria Dwi Astuti , Okezone · Rabu 14 Juli 2021 22:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 14 1 2440765 ciptakan-petani-baru-dari-unsur-fkppi-mentan-syl-bertani-itu-keren-9yFzOQjEBC.jpg Foto: Dok Okezone

Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI) berencana akan menggelar berbagai pelatihan pertanian sebagai salah satu upaya pemerintah dalam melahirkan petani baru.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa sektor pertanian adalah sektor penting, terutama dalam meningkatkan ekonomi nasional. Di sisi lain, kata Mentan FKPPI adalah organisasi para pejuang yang memiliki idealisme terhadap kemajuan bangsa dengan nilai-nilai nasionalisme tinggi.

"Pertanian itu hebat, pertanian itu keren. Karena itu, Kementan terbuka bagi pihak mana saja termasuk FKPPI. Kementan siap,  untuk melatih anggota FKPPI bertani. Tentu pelatihan ini bisa dilakukan jika ada kemampuan disertai motivasi dan spirit berjuang," ujar Mentan ketika menyapa pengurus FKPPI se-Indonesia secara daring, pada Selasa, (13/07/2021).

Setelah mengikuti pelatihan, menurutnya, para petani baru ini nantinya akan diarahkan untuk melakukan cara-cara bertani yang modern, membuat inovasi sebagai upaya bersama pemerintah dalam meningkatkan produksi dan membuka lapangan kerja bagi rakyat Indonesia.

"Setelah latihan tentu ada program. Jadi tidak hanya berlatih tapi juga harus ada implementasi. Kemudian, bagi yang bertani harus memenuhi prosedur- prosedur yang ada. Misalnya punya lahan dengan status yang jelas terkonsolidasi dalam kelompok sehingga bisa menjadi Calon Penerima Calon Lokasi (CPCL) program," katanya.

 Baca Juga: Alsintan Tingkatkan Produktivitas Petani Bali

Mentan mengatakan, saat ini Kementerian Pertanian memiliki program Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian sebesar kurang lebih Rp50 triliun. Anggaran sebesar itu bisa digunakan siapa saja yang memiliki kemauan dan semangat tinggi terhadap dunia usaha tani.

"Kita tidak lagi menggunakan pendekatan bantuan-bantuan. Tapi kita mau melatih petani yang berpikir, menggunakan intelektualnya. Kerja dan berpikir keras untuk kemajuan pertanian Indonesia seperti pemanfaatan skema program KUR," ujarnya.

Dia menambahkan, saat ini Indonesia sedang dalam kondisi tidak baik karena pandemi panjang yang tak kunjung berkesudahan, dimana angka yang terpapar Covid-19 semakin ganas dan memprihatinkan.

"Tapi dengan kondisi itu apakah kita harus masuk kedalam bungker untuk tidak keluar?. Lalu, sampai kapan kita di bungker. Kan, kalau lapar kita pasti harus keluar. Karena itu pilihanya adalah pertanian. Karena itu FKPPI harus membantu rakyat, bangsa dan negara," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Umum FKPPI Pontjo Sutowo mengapresiasi kinerja sektor pertanian di masa pandemi di bawah komando Mentan SYL. Menurutnya, sektor pertanian bukan hanya menjadi andalan negara tapi juga menjadi harapan pemulihan ekonomi nasional.

"Harus diakui, sektor pertanian tumbuh terus. Dan bagi FKPPI, pertanian bisa menjadi ujung tombak," tuturnya.

CM

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini