Foto Gereja Beratap Terpal di Aceh Viral di Medsos, Ini Faktanya

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 15 Juli 2021 13:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 15 340 2441050 foto-gereja-beratap-terpal-di-aceh-viral-di-medsos-ini-faktanya-zT1ccmF72n.jpg Foto: Facebook/Forcidas.

FOTO-foto sebuah rumah ibadah warga Kristen yang beratap terpal di Kabupaten Aceh Singkil beredar di media sosial. Jemaat tampak beribadah di bawah tenda tak berdinding di sebuah di antara pohon-pohon di sebuah perkebunan.

Rumah-rumah ibadah semipermanen tersebut adalah gereja yang didirikan setelah peristiwa pembongkaran gereja yang terjadi pada konflik 2015 di Aceh Singkil. 

BACA JUGA: Pembakaran Gereja di Aceh Bentuk Pengkhianatan Terhadap Pancasila 

Konflik pada 2015 itu bermula dari konflik sebelumnya pada 1979 terkait pendirian gereja di Aceh Singkil. Menyusul kerusuhan 1979 itu, dibuatlah perjanjian bahwa di wilayah itu hanya boleh berdiri satu gereja dan empat undung-undung, atau rumah untuk beribadah bagi penganut agama Kristen.

Namun, pada 2015 jumlah gereja dan undung-undung itu bertambah jauh melebihi perjanjian. Saat itu terdapat 24 gereja di Aceh Singkil dan hanya satu gereja yang memiliki izin, demikian dilaporkan BBC Indonesia.

BACA JUGA: 10 Rumah Ibadah di Aceh Singkil Dibongkar Petugas 

Hal itu mendapat protes dari warga Muslim di Aceh Singkil yang merasa bahwa pembangunan rumah ibadah-rumah ibadah tersebut menyalahi tiga kesepakatan sekaligus, yaitu perjanjian damai pada 1979, Peraturan Gubernur (Pergub) Aceh Nomor 25 Tahun 2007, serta Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri.

Setelah pemerintah daerah tidak kunjung melakukan pembongkaran gereja tak berizin, warga melakukan unjuk rasa, yang kemudian berlanjut menjadi serangan dan pembakaran terhadap gereja dan rumah ibadah tak berizin.

Umat Kristen di Kabupaten Aceh Singkil semakin bertambah dan saat ini mereka tengah memproses perizinan untuk pendirian setidaknya 18 gereja. Diharapkan izin akan dapat diberikan sehingga umat Kristen di sana tidak lagi perlu beribadat dengan beratapkan terpal.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini