Malaysia Stop Pakai Sinovac, Gunakan Vaksin Covid-19 yang Lain

Antara, · Jum'at 16 Juli 2021 13:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 16 18 2441638 malaysia-stop-pakai-sinovac-gunakan-vaksin-covid-19-yang-lain-MZDRdjPGTc.jpg Vaksin Sinovac (Foto: Reuters)

JAKARTA - Kementerian Kesehatan Malaysia membuat kebijakan untuk menghentikan penggunaan vaksin Covid-19 Sinovac China setelah pasokannya habis dan akan menggunakan vaksin merek lain yang stoknya masih mencukupi.

Menteri Kesehatan Adham Baba saat konferensi pers dengan pejabat tinggi kementerian lainnya pada Kamis (16/7) mengatakan inokulasi penduduk Malaysia selanjutnya sebagian besar akan menggunakan vaksin berbasis mRNA buatan Pfizer-BioNTech.

Para pejabat mengatakan negara Asia Tenggara itu telah mengamankan sekitar 45 juta dosis vaksin Pfizer-BioNTech yang cukup untuk mengimunisasi 70 persen populasi, dibandingkan dengan 16 juta dosis suntikan Sinovac.

“Sekitar setengah dari 16 juta (dosis) sudah didistribusikan, jadi sisanya akan digunakan untuk menutupi dosis kedua. Bagi yang belum divaksin, mereka akan menerima vaksin Pfizer," terang Baba, seperti dikutip Antara.

(Baca juga: Pria Ini Divonis Mati karena Langgar Prokes Covid-19)

Pemerintah Malaysia sebelumnya mengatakan telah mengamankan 12 juta dosis Sinovac, sebagai bagian dari kesepakatan yang membuat BUMN farmasi setempat, Pharmaniaga, dapat melakukan pengisian dan pengemasan vaksin untuk distribusi lokal.

Pengumuman untuk menghentikan penggunaan vaksin Sinovac yang berbasis virus tidak aktif muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran atas kemanjurannya terhadap varian baru virus corona yang lebih menular.

Vaksin lain yang disetujui oleh Malaysia adalah AstraZeneca, CanSino Biologic China, dan vaksin Janssen dari Johnson & Johnson.

Malaysia juga berencana mengumumkan keputusannya tentang kemungkinan menambahkan vaksin dari Sinopharm China, kata para pejabat.

 (Baca juga: Pencarian Putus Asa untuk Temukan 14 Pekerja yang Terjebak di Terowongan yang Banjir)

Dengan 880.782 kasus dan 6.613 kematian sejauh ini, Malaysia menjadi negara dengan tingkat infeksi per kapita tertinggi di Asia Tenggara, tetapi juga dengan tingkat inokulasi tertinggi, di mana 26 persen dari 32 juta penduduknya telah menerima sedikitnya satu dosis vaksin Covid-19.

Sementara itu, negara tetangga Thailand minggu ini mengatakan akan menggunakan vaksin AstraZeneca sebagai dosis kedua bagi mereka yang menerima suntikan Sinovac, sedangkan Indonesia sedang mempertimbangkan suntikan penguat bagi tenaga kesehatan yang telah menerima dua dosis vaksin Sinovac.

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini