Pemkot Jambi Perbolehkan Solat Idul Adha Berjamaah, Berikut Syaratnya

Azhari Sultan, Okezone · Sabtu 17 Juli 2021 10:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 17 340 2442068 pemkot-jambi-perbolehkan-solat-idul-adha-berjamaah-berikut-syaratnya-fq9Ww1bPsD.jpg Ilustrasi.(Foto:Dok Okezone)

JAMBI - Meski Kota Jambi termasuk zona merah penyebaran Covid-19, namun Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi tetap mengizinkan pelaksanaan solat Idul Adha berjamaah tahun 2021.

Namun begitu, Pemkot Jambi tetap memberikan syarat untuk pelaksanaan solat Idul Adha 1442 Hijriyah di Kota Jambi, baik di mesjid maupun di lapangan terbuka.

Menurut Wali Kota Jambi Syarif Fasha, diperbolehkannya solat berjamaah di masjid atau lapangan setelah mempertimbangkan zonasi potensi penularan Covid-19 di tingkat rukun tetangga (RT) yang ada di Kota Jambi.

"RT yang masih berada dalam zona orange hingga zona merah pandemi Covid-19, tidak diperkenankan melakukan solat Idul Adha di masjid, mushola ataupun di lapangan dalam RT-nya," ujarnya, Sabtu (17/7/2021).

Baca Juga: Yuk Ketahui Hal-Hal yang Dilakukan Sebelum Sholat Idul Adha

Dia menambahkan, bila di RT tersebut masih dalam zona orange atau merah, bisa bergeser ke RT yang tidak di zona orange.

"Sedangkan bagi RT yang masuk zona hijau dan zona kuning, boleh digunakan tempat ibadahnya untuk salat Idul Adha berjamaah," tukas Wali Kota Jambi.

Tidak hanya itu, Fasha juga menerangkan, bahwa warga yang memiliki gejala klinis, seperti batuk, pilek dan demam tidak diperkenankan ikut salat berjamaah.

Katanya lagi, jamaah dalam salat tersebut diharuskan membawa peralatan salatnya sendiri, seperti mukenah, sajadah dan sebagainya. "Dan ketika melaksanakan salat tidak boleh melepaskan masker".

"Lalu, masjid harus menyediakan alat-alat kebersihan, seperti hand sanitizer, tempat cuci tangan, dan sebagainya," jelas Fasha.

Begitu juga untuk para imam salat, dia berharap agar imam masjid jangan mengimbau makmumnya untuk merapatkan saf salat, tetapi cukup meluruskan saf, sehingga tetap sesuai dengan protokol kesehatan.

"Untuk khotib saat menyampaikan khutbahnya maksimal selama 15 menit. Khotib juga wajib menggunakan masker untuk menjalankan protokol kesehatan," tandas Fasha.

(saz)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini