MESUJI - Anggota Direktorat Samapta Polda Sumatera Selatan, Bripda Rizki Ardianto, meninggal dunia saat menjalankan tugas pengamanan di wilayah perairan Sungai Badak, Kabupaten Mesuji, Lampung. Sebelumnya, korban sempat menghilang.
Jenazah korban ditemukan mengapung di sekitar tanaman nipah, sekitar 1,5 kilometer dari Desa Sungai Badak menuju arah Desa Gajah Mati, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan, seluruh unsur terkait langsung dikerahkan setelah kepolisian menerima informasi mengenai hilangnya Bripda Rizki.
“Kami memastikan seluruh proses pencarian dilakukan secara terpadu bersama unsur terkait. Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi untuk selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Palembang guna proses penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kombes Nandang dikutip, Minggu (13/8/2026).
Kronologi kejadian bermula ketika Bripda Rizki menjalankan tugas pengamanan berdasarkan surat perintah tertanggal 1 September 2026 di Dermaga 129 Pagar Dewa, Kecamatan Mesuji, Rabu (9/9/2026),
Sekitar pukul 22.50 WIB, Bripda Rizki berangkat menggunakan kapal kosong LCT Agro Permai. Saat berada di sekitar wilayah Karangsia, dia berkoordinasi dengan kru kapal untuk berpindah ke Tugboat Yusika yang membawa muatan sawit guna memperkuat pengamanan.
Namun, setelah LCT Agro Permai melintasi wilayah Desa Sungai Badak, keberadaan Bripda Rizki tidak lagi diketahui di atas kapal.
Pihak perusahaan PT Prime Agri Resources kemudian melaporkan hilangnya Bripda Rizki kepada Polsek Sungai Menang pada Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 04.30 WIB.
Setelah menerima laporan tersebut, polisi bersama unsur terkait langsung melakukan pencarian. Operasi melibatkan Satpolairud Polres Ogan Komering Ilir, Polsek Sungai Menang, Basarnas, BNPB/BPBD, pihak perusahaan, hingga masyarakat.