Perbedaan Mencolok Ibadah Haji Sebelum dan Sesudah Pandemi Covid-19

Agnes Teresia, Okezone · Senin 19 Juli 2021 10:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 19 18 2442741 perbedaan-mencolok-pelaksanaan-haji-sebelum-dan-sesudah-pandemi-covid-19-HqROzeJvGX.jpg Ilustrasi haji (Foto: Ist)

JAKARTA - Pelaksanaan ibadah haji di masa pandemi Covid-19 mengalami berbagai perubahan. Paling mencolok, mengenai waktu keberangkatan dan jamaah yang diperbolehkan untuk menunaikan rukun Islam ke-5 itu. 

Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali menjelaskan, apa yang membedakan dari pelaksanaan ibadah haji sebelum dan sesudah pandemi. Menurutnya, situasi ini amat berdampak pada jumlah jamaah yang mengikuti ibadah haji.

“Ya jelas ya kalau perbandingan sebelum dan sesudah. Sebelum Covid tentu jumlah angka sangat luar biasa sampai angka 3 juta,” ujar Endang dalam Special Dialogue bersama Okezone.

Baca Juga:  Sulitkah Sistem Perizinan Ibadah Haji di Arab Saudi saat Pandemi?

Setelah adanya pandemi, jumlah jamaah menurun drastis. Tahun 2020 kemarin, ibadah haji ini hanya diikuti sebanyak seribu jamaah, 13 jamaah di antaranya merupakan jamaah asal Indonesia 13 jamaah yang dilaporkan merupakan ekspatriat dari Indonesia. Tahun 2021, Pemerintah Arab Saudi membuka kuota ibadah haji sebanyak 60 ribu jamaah.

Faktor lain yang membedakan pelaksanaan ibadah haji sebelum dan sesudah pandemi adalah protokol kesehatan dan durasi waktu.

“Kalau dulu waktu normal kan tanggal 1 Dzulqa'dah, itu dari berbagai negara sudah masuk hiruk pikuk keramaian orang di Arab Saudi sangat luar biasa apalagi mendekati masa-masa wukuf di Makkah, penuh sesak ya. Sekarang kosong kemudian juga waktu durasi untuk pelaksaan haji hanya 6 hari,” jelasnya.

Baca Juga:  Langgar Prokes, Siap-Siap Denda hingga Deportasi

Endang menambahkan, para jamaah juga hanya difasilitasi tenda yang ada di sekitar Mina. Dari aspek catering, tidak ada lagi sistem buffet.

“Protokol kesehatan luar biasa menjadi faktor utama,” pungkasnya.

Sebelumnya diketahui, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dr Abdelfattah bin Suleiman Mashat mengatakan, jumlah jamaah haji yang terdaftar tahun ini mencapai 558.270 jamaah pada pendaftaran tahap pertama yang berakhir pada Kamis 28 Dzulqa'dah 1442 H.

Kandidat yang memenuhi syarat kemudian dipilih sesuai dengan beberapa kondisi, termasuk usia dan mereka yang melakukan ritual untuk pertama kalinya selain mengikuti tindakan pencegahan dan pencegahan.

Kementerian juga meminta semua calon haji yang telah diberikan izin haji tahun ini untuk mengambil dosis vaksin kedua, karena mereka akan menerimanya tanpa membuat janji terlebih dahulu.

Kementerian Haji dan Umrah mengklarifikasi bahwa jemaah akan diterima pada tanggal 7 dan 8 Dzulhijjah di empat pusat penerimaan, setelah itu mereka akan diangkut dengan bus ke Masjidil Haram di Makkah untuk melakukan Tawaf Kedatangan (berputar) sebelum menuju ke Situs Suci.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini