Penyebar Hoaks Seruan Tolak PPKM Darurat Ditangkap Polisi

Puteranegara Batubara, Okezone · Senin 19 Juli 2021 18:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 19 512 2443055 penyebar-hoaks-seruan-tolak-ppkm-darurat-ditangkap-polisi-RTCDBgAD7r.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Jajaran Polda Jawa Tengah (Jateng) menangkap tiga orang yang diduga menyebarkan informasi palsu atau hoaks soal seruan penolakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

"Polresta Banyumas telah menindaklanjuti berita hoaks dan telah mengamankan pelaku dugaan tindak pidana barang siapa dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat," kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes M. Iqbal Al-Qudusy saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin (19/7/2021).

Baca Juga:  Beredar Nomor Kontak untuk Meminta Plasma Konvalesen, Ini Klarifikasi UDD PMI

Adapun ketiga orang terduga tersebut adalah, FS (27), C (46) dan S alias D (34). Mereka menyerukan penolakan PPKM Darurat di media sosial (medsos) berbagai platform.

Seruan aksi itu sendiri bertuliskan, 'ALIANSI MASYARAKAT BANYUMAS Bersama KBPPB (Keluarga Besar Pedagang Pasar Banyumas) BERGERAK MENUNTUT KEADILAN PERIHAL PPKM!!! SENIN, 19 JULI 2021 TITIK JUANGPENDOPO BUPATI BANYUMAS JAM 13.00 SAMPAI DENGAN TUNTUTAN DIPENUHI!!! KESEJAHTERAAN RAKYAT ADALAH TANGGUNG JAWAB NEGARA!!!'.

"Kemudian petugas melakukan penyelidikan terhadap akun Facebook," ujar Iqbal.

Baca Juga:  Viral 20 TKA China Tiba di Bandara Sultan Hasanuddin saat PPKM Darurat, Ini Faktanya

Dari hasil pemeriksaan sementara bahwa postingan di Grup Facebook tersebut lantaran ada rasa kekesalan dengan adanya PPKM Darurat Jawa-Bali.

"Yang mana bersangkutan tidak dapat bekerja karena tempat kerjanya ditutup yang kemudian diketahui olenya PPKM darurat Jawa-Bali akan diperpanjang. Tujuan dari memposting adalah untuk melakukan ajakan terhadap anggota Grup Family dan Informasi wilayah Cilongok untuk menyuarakan sesuai dengan tulisan yang diposting pada hari Senin, 19 Juli 2021, jam 13.00," papar Iqbal.

Atas perbuatannya, terduga disangka melanggar Pasal 14 Ayat (1) dan (2) Jo Pasal 15 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini