Merayakan Iduladha Aman Saat Pandemi

Karina Asta Widara , Okezone · Selasa 20 Juli 2021 07:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 20 1 2443213 merayakan-iduladha-aman-saat-pandemi-oBGQrLbfXi.jpg Foto : Dok Okezone

Umat Islam di Indonesia merayakan Iduladha 1442 Hijriah pada Selasa, 20 Juli 2021. Namun Iduladha kali ini tentunya dirayakan dengan cara berbeda karena masih dalam situasi PPKM Darurat Jawa dan Bali yang berlaku sejak 3 Juli 2021 lalu.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, berharap agar tujuan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa dan Bali bisa tercapai, yaitu menekan angka penyebaran Covid-19, sehingga sektor parekraf kembali bangkit.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) juga mempersiapkan sejumlah langkah dan skenario mitigasi sepanjang dan setelah kebijakan PPKM Darurat di antaranya, mendorong secara masif program vaksinasi, kemudian langkah kedua adalah perluasan testing, tracing, dan treatment. Langkah ketiga, yaitu penerapan protokol kesehatan yang terus dijalankan secara ketat dan disiplin, tentunya didukung dengan program sertifikasi CHSE yang telah diluncurkan oleh Kemenparekraf.

Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) juga telah mengeluarkan edaran mengenai penyelenggaraan Salat Iduladha dan tata cara pelaksanaan kurban 1442 H/2021 M di tengah pandemi Covid-19. Aturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 15 Tahun 2021. Dalam edaran tersebut, penyelenggaraan Salat Iduladha dan Kurban wajib menerapkan protokol kesehatan. Kemudian, pada malam takbiran boleh dilaksanakan di semua masjid atau musala namun dengan ketentuan hanya 10% dari jumlah kapasitas maksimal dan tentunya dengan menerapkan protokol Kesehatan yang ketat.

Nah, bagi Anda yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang tata cara pelaksanaan Iduladha aman dan nyaman meski masih #DiRumahAja, simak ulasan berikut ini.

Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban pada Masa Pandemi-19

 

Foto: Dok Okezone

Kebijakan Pemerintah tentang PPKM Darurat tentu bukan menjadi halangan bagi Umat Muslim untuk merayakan Iduladha. Seluruh masyarakat tetap bisa berkurban, tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan dan tata cara penyembelihan hewan kurban di masa pandemi Covid-19.

Demi menjaga pelaksanaan ibadah Umat Islam di Hari Raya Iduladha tetap kondusif saat PPKM Darurat, Pemerintah terus menyampaikan imbauan kepada masyarakat yang berkurban dalam situasi pandemi Covid-19, di antaranya:

1. Sementara, tidak berada dalam kerumunan massa

2. Tidak memotong sendiri hewan kurbannya

3. Tidak menyaksikan pemotongan hewan kurbannya

4. Semuanya cukup diwakilkan kepada panitia yang profesional dan amanah.

Sementara itu, pelaksanaan pemotongan hewan kurban juga dituntut memperhatikan poin-poin seperti, penyembelihan hewan kurban berlangsung dalam waktu tiga hari, yakni dimulai sejak tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijah untuk menghindari kerumunan di lokasi pelaksanaan kurban. Selain itu, semua kegiatan penyembelihan, pengulitan, pencacahan daging, dan pendistribusian daging kurban kepada masyarakat yang berhak menerima, wajib juga untuk memperhatikan penerapan protokol kesehatan yang ketat, seperti penggunaan alat tidak boleh secara bergantian.

Bagi Anda yang berperan sebagai panitia penyembelihan hewan kurban, jangan lupa untuk tetap perhatikan prokes 6M, yaitu mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, memakai masker dengan benar, menghindari kerumunan, menghindari makan bersama, dan mengurangi mobilitas. Tak hanya itu, Pemerintah juga terus menggalakkan program vaksinasi Covid-19. Maka dari itu, jangan lupa untuk mengikuti vaksinasi agar tercipta kekebalan komunal atau herd immunity.

Pelaksanaan Tata Cara Salat Iduladha

 

Foto: by Okezone

Demi keamanan bersama, pelaksanaan Salat Iduladha sebaiknya dilakukan #DiRumaAja dan tak perlu khawatir akan menghilangkan kekhusyuan kita dalam beribadah.

Lebih lanjut, untuk tata cara pelaksanaan Salat Iduladha tetap sama seperti yang tertuang dalam fatwa MUI, yakni waktu pelaksanaannya dimulai setelah terbit matahari dan diutamakan saat masuk waktu Dhuha sampai sebelum masuk waktu Dzuhur.

Belanja Kebutuhan Iduladha Secara Online

 

(Foto : Instagram @Qain)

Seperti halnya dengan Idulfitri, perayaan Iduladha sudah menjadi tradisi Umat Muslim di Indonesia untuk mengenakan pakaian dan peralatan ibadah seperti sajadah, mukena, baju muslim baru, dan keperluan lainnya. Mengingat saat ini dalam kondisi PPKM Darurat, tentunya keperluan itu bisa dilakukan dengan belanja online melalui berbagai e-commerce yang ada #DiIndonesiAja.

 

(Foto: Instagram @rienanofficial)

Dengan #BeliKreatifLokal untuk kebutuhan Iduladha, selain ibadah semakin khusyuk sekaligus juga mendukung para pelaku ekonomi kreatif untuk tetap survive di masa pandemi ini . Seperti dikatakan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, yang mendorong masyarakat untuk menumbuhkan rasa bangga menggunakan produk lokal.

Sandiaga Uno juga mengungkapkan adanya pandemi Covid-19, memperlihatkan betapa gigihnya masyarakat Indonesia, terutama pelaku ekonomi kreatif untuk berkolaborasi, beradaptasi, dan berinovasi.

“Saya mendukung penuh berbagai inisiatif yang dapat memajukan brand lokal untuk terus berkembang dan menguatkan satu sama lain. Dengan terus mengedepankan strategi inovasi dan kolaborasi,” ujar Sandiaga Uno.

 

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno (Foto. Kemenparekraf)

Selain itu, Sandiaga juga mengajak masyarakat Indonesia untuk selalu #BanggaProdukIndonesia dengan menggunakan produk lokal dalam kehidupan sehari-hari.

Menu Khas Iduladha Meriahkan Kebersamaan Keluarga #DiRumahAja

 

Foto: (Instagram @omahrendang)

Perayaan Iduladha kurang lengkap jika tidak ditemani dengan aneka hidangannya yang khas seperti, ketupat sayur, rendang, gulai kambing, dan lainnya. Namun, jika Anda tidak mau repot untuk memasak, Anda juga bisa membeli aneka hidangan khas Iduladha di berbagai e-Commerce atau layanan pesan antar lainnya. Beragam jenis kuliner khas Iduladha yang mengunggah selera dan tentunya semua proses memasak, penyajian hingga pengiriman sudah menerapkan protokol kesehatan.

Nah, dari informasi di atas sekarang tentunya Anda sudah mengetahui tentang bagaimana tata cara penerapan dalam perayaan Iduladha di masa pandemi seperti sekarang ini. Jadi, Anda tak perlu khawatir lagi dan tetap bisa menjalankan ibadah dalam suasana khusyuk di tengah-tengah keluarga tercinta tentunya #DiRumahAja.

Supaya momen Iduladha Anda semakin bermakna meski #DiRumahAja, Anda bisa mengikuti Video Kompetisi TikTok Hashtag Challenge #DiIndonesiaAja. Misalnya, dengan membuat kreasi masakan Iduladha favorit di rumah bersama keluarga tercinta. Jangan lupa pastikan akun TikTok Anda tidak di-private, ya!

Caranya sangat mudah, Anda bisa membuat konten kreasi video TikTok dengan durasi 15 detik. Lengkapi video Anda dengan efek #DiIndonesiaAja dan backsound jingle ‘Aku Cinta Indonesia’. Selanjutnya, upload video kreasi tersebut dengan hashtag #DiIndonesiaAja dan mention @indonesia.travel.

Untuk mendapatkan informasi lainnya seputar travelling dan hal insipiratif lainnya, Anda bisa follow Instagram @pesonaid_travel dan akun TikTok @indonesia.travel. (CM)

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini