Varian Delta Ditemukan di Papua, 10 dari 12 Sampel Dinyatakan Positif

Andrew Maradona Konserio, Okezone · Selasa 20 Juli 2021 17:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 20 340 2443402 varian-delta-ditemukan-di-papua-10-dari-12-sampel-dinyatakan-positif-Ekoe0KimKj.jpg Juru bicara Satgas Covid-19 Provinsi Papua dr. Silwanus Sumule (Foto: Andrew Maradona)

JAYAPURA - Beredarnya informasi masuknya varian delta Covid-19 ke Papua akhirnya terjawab. Varian delta Covid-19 mematikan tersebut ditemukan di Kabupaten Merauke, Papua setelah dilakukan pemeriksaan 12 sampel yang dikirim RSUD Merauke ke Litbangkes.

Hal tersebut disampaikan juru bicara satuan tugas (satgas) Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule. Menurut Silwanus sesuai laporan yang diterima Satgas Covid19 Provinsi Papua, dari 12 sampel yang dikirim dari RSUD Merauke ke Litbangkes Papua, 10 sampel dinyatakan positif.

“Berdasarkan laporan dari Litbangkes, dari 12 sampel yang dikirim oleh Rumah sakit Merauke, 10 diantaranya dinyatakan positif varian delta,“ ungkapnya kepada wartawan, Selasa (20/07/21).

Silwanus menjelaskan bahwa saat ini pihaknya masih memeriksa beberapa sampel yang dikirim dari Kabupaten Mimika dan Kota Jayapura.

(Baca juga: Sapi Kurban Lepas, saat Ketemu Langsung Disembelih di Rawa)

“Hingga saat ini data yang sudah keluar barulah dari Kabupaten Merauke, sementara untuk daerah lain seperti Kota Jayapura dan Timika datanya belum keluar,” terangnya.

Dia menyatakan dengan kasus ini berarti varian delta sudah masuk ke Papua.

“Saya mau sampaikan bahwa virus ini di bawa oleh manusia, selama belum ada penutupan bandara atau pelabuhan maka masih memungkinkan varian delta ini sudah menyebar ke daerah lain, namun kami berharap tidak demikian,” jelasnya.

(Baca juga: 4 dari 7 Petugas Satpol PP yang Pesta Miras Dipenjara 14 Hari)

Diungkapkan Silwanus, saat ini Litbangkes Papua sudah bisa memeriksa sampel untuk varian Delta, namun tidak semua sampel bisa diperiksa, pasalnya Litbangkes hanya memiliki satu komputer super untuk memeriksa sampel varian delta.

“Tidak semua sampel bisa dikirim dan diperiksa untuk varian delta, hanya sampel pasien yang dicurigai ada varian delta itu saja yang akan dikirim, yakni dengan indikasi sampel itu memiliki CT yang rendah sekali atau gambaran kliniknya memang jelek,” tambahnya.

Silwanus juga mengaku membutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk memeriksa sampel varian delta dengan metode Scansic genonic dan memakai super komputer.

“Dengan masuknya varian delta di papua maka prokes 3 M ini harus lebih di perketat lagi, kita di papua sudah tidak bisa main-main lagi, data menunjukan bahwa varian delta ini tujuh kali lebih ganas dari varian sebelumnya,” ujarnya.

Menurut Silwanus yang terpenting adalah saat ini masyarakat harus betul-betul perketat prokes dan diperlukan kolaborasi antara masyarakat dan satgas covid, agar kita bisa sama-sama kalahkan virus corona di Papua.

“Kami juga berharap pihak kepolisian agar lebih tegas kepada warga yang masih mengabaikan prokes, khususnya di daerah merah yang telah di tetapkan aturan PPKM mikro,” terangnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini