Cerita Makhluk Misterius di Tengah Pemakaman Jenazah Covid-19

Agregasi KR Jogja, · Selasa 20 Juli 2021 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 20 510 2443323 cerita-makhluk-misterius-di-tengah-pemakaman-jenazah-covid-19-SLIUqz9DOc.jpg Pemakaman jenazah Covid-19 (Foto: KR Jogja)

SLEMAN - Berbagai pengalaman dialami Tim Alam Gaib saat memakamkan jenazah korban Covid-19 di wilayah Sleman, Yogyakarta. Tim Alam Gaib, adalah sebutan tim pemulasaraan dan pemakaman jenazah korban Covid-19 bentukan tim Forum Komunikasi Relawan Sleman (FKRS).

“Kami namakan Tim Alam Gaib, karena jika bertugas memakamkan jenazah korban Covid-19 sering tengah malam, atau sering jam 2 atau 3 pagi,” ujar Makwan, Ketua FKRS yang juga Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman, Sabtu 17 November 2021.

Baca Juga:  Alhamdulillah! Pasien Covid-19 di RSUD Bekasi Terus Berkurang

Tak kenal waktu meski malam Jumat atau Selasa Kliwon, tim tersebut tergabung dalam Tim Pocong atau biasa disebut Tim Cong, jika harus memakamkan akan dilakukan. Sering pukul 2 atau 3 pagi dilakukan. Hingga kini, sejak tim ini dibentuk pada April 2020 sudah memakamkan jenazah korban Covid-19 lebih dari 1.600 jenazah.

Pengalaman Unik

Pengalaman unik yang dialami misalnya ada anggota tim ini melihat di kuburan penampakan ratusan orang yang berjejal menyaksikan. Padahal, sebenarnya tidak ada orang. Atau Ketika menurunkan peti jenazah ke liang lahat seperti ada yang membantu dari bawah.

Siapa yang berkerumun atau yang membantu tersebut, tidak diketahui. Tetapi menurut Makwan, rekaman atau fotonya ada. Sosok yang samar-samar tersebut, masih misterius. Tetapi mereka tidak mengganggu, malah sering membantu.

Baca Juga: Mahfud MD Sholat Idul Adha di Rumah Dinas, Tunda Sungkeman ke Ibu

Pernah ada anggota tim yang mungkin belum pernah melihat, akan pingsan. Semenjak itulah ketika bertugas, Tim Alam Gaib selalu membawa tabung oksigen untuk menolong anggota yang lemas melihat kejadian misterius tersebut.

Menurut Makwan, di awal-awal Covid-19 tahun lalu, ada yang menolak jika makamnya digunakan untuk korban Covid-19. Namun kini, mereka sudah menyadari sehingga malah ada yang meminta di makam keluarganya.

“Mereka sudah tak menganggap jasad Covid-19 itu aib dan berbahaya,” tambahnya.

Tim tersebut memang hanya khusus melayani untuk warga Sleman saja. Apakah pernah antre untuk pemakaman, Makwan mengatakan, sebenarnya hanya tunggu giliran saja karena memang harus bergantian. Karena itulah, setiap permintaan mesti disertai keterangan dari Puskesmas atau RS, bahwa yang meninggal karena Covid-19.

Tim Cong juga selalu mempersilakan, jika keluarga yang meninggal akan ada acara sholat jenazah. Meski tidak boleh terlalu dekat, namun tetap menjaga jarak. Untuk bisa minta bantuan, Makwan mengatakan harus mengisi formulir, KTP dan kontak person. Sebab, bukan tidak mungkin, untuk satu jenazah yang menghubungi banyak, mulai dari adik, kakak atau bahkan pejabat.

“Sebab kami harus membagi tugas, supaya tidak dobel,” tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini