Junta Militer Tangkap Dokter yang Rawat Pasien Covid-19

Agregasi VOA, · Sabtu 24 Juli 2021 10:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 24 18 2445269 junta-militer-tangkap-dokter-yang-rawat-pasien-covid-19-jVfH6YcE0K.jpg Dokter ikut demo gerakan pembangkangan sipil di Myanmar (Foto: AP via VOA)

YANGON - Myanmar telah menangkap beberapa dokter yang merawat pasien Covid-19 secara mandiri. Hal ini dilakukan karena mereka marah dengan dukungan para dokter terkait protes anti-junta militer.

Hal itu diungkapkan oleh rekan-rekan sesama dokter dan media, sementara sistem kesehatan berjuang untuk mengatasi gelombang rekor infeksi.

Sejak militer menggulingkan pemerintah terpilih yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi pada Februari lalu, gejolak dan protes berikutnya telah mengacaukan penangangan pandemi Covid-19. Para aktivis mengatakan sejumlah dokter telah ditangkap karena peran penting mereka dalam gerakan pembangkangan sipil.

(Baca juga: Serbu Kota, Tentara Myanmar Tewaskan Setidaknya 25 Orang)

Myanmar mencatat lebih dari 6.000 kasus baru infeksi Covid-19 pada Kamis (22/7) setelah melaporkan 286 kematian sehari sebelumnya. Kedua angka itu merupakan rekor tertinggi. Para petugas medis dan layanan pemakaman mengatakan jumlah kematian sebenarnya jauh lebih tinggi. Krematorium bahkan tidak mampu mengimbangi kebutuhan.

Untuk membantu orang-orang yang menolak pergi ke rumah sakit pemerintah karena menentang militer, atau karena rumah sakit tidak memadai untuk merawat mereka, beberapa dokter yang berpartisipasi dalam kampanye anti-junta telah menawarkan konsultasi medis gratis melalui telepon dan mengunjungi orang sakit di rumah dalam beberapa kasus.

(Baca juga: Bentrokan Tentara Myanmar dan Milisi Anti Junta Pecah di Mandalay)

Namun, menurut laporan para dokter dan media dalam beberapa minggu terakhir, sembilan dokter relawan yang memberikan pengobatan jarak jauh dan layanan lainnya telah ditahan oleh militer di dua kota terbesar Myanmar, Yangon dan Mandalay.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini